Beijing, Bharata Online - People's Bank of China (bank sentral Tiongkok) pada hari Kamis (8/10) menyatakan akan melaksanakan operasi reverse repo jenis outright senilai 1,2 triliun yuan (sekitar 3.205 triliun rupiah) guna menjaga kecukupan likuiditas dalam sistem perbankan.
Operasi ini akan dilakukan dengan jumlah yang telah ditetapkan melalui mekanisme penawaran suku bunga. Penawaran yang berhasil akan ditentukan berdasarkan berbagai tingkat harga, dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau 89 hari.
Diperkenalkan pada Oktober 2024, reverse repo outright merupakan instrumen bulanan bank sentral untuk mengelola likuiditas dalam sistem perbankan nasional, dengan tenor tidak lebih dari satu tahun.
Dalam prosesnya, bank sentral membeli obligasi dari dealer utama, seperti bank-bank komersial besar, berdasarkan kesepakatan bahwa dealer tersebut akan membeli kembali obligasi dengan jenis dan jumlah yang sama di kemudian hari, sehingga menyuntikkan likuiditas ke dalam pasar.
Instrumen ini telah memperkaya perangkat kebijakan moneter negara tersebut, melengkapi langkah-langkah sebelumnya seperti repo sementara, reverse repo sementara, serta jual-beli obligasi pemerintah.