Beijing, Bharata Online - Indeks logistik e-commerce Tiongkok, sebuah indikator kegiatan logistik di sektor e-commerce, tercatat sebesar 111,9 poin pada bulan September 2026, naik 0,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya, demikian disampaikan oleh Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok (China Federation of Logistics and Purchasing/CFLP) pada hari Selasa (13/10).

Delapan dari sembilan subindeks mengalami peningkatan kembali, mencakup total volume bisnis, volume bisnis pedesaan, perputaran inventaris, ketepatan waktu pengiriman, tingkat pemenuhan pesanan, tingkat kepuasan, serta kapasitas personel dan muatan kendaraan. Sementara itu, indeks biaya mengalami sedikit penurunan.

Kenaikan ini mencerminkan dorongan gabungan dari permintaan musiman dan belanja selama periode festival, dengan pembelian hadiah liburan muncul sebagai pendorong baru pertumbuhan pesanan daring.

Berdasarkan wilayah, indeks tersebut naik 0,4 poin di wilayah timur dan 0,9 poin di wilayah tengah. Peningkatan yang lebih signifikan terjadi di wilayah barat dan timur laut, dengan kenaikan indeks masing-masing sebesar 3,4 poin dan 1,3 poin.

Subindeks yang memantau total volume bisnis mencapai 129,1 poin, sementara indeks volume bisnis pedesaan juga turut meningkat. Keduanya mencatatkan angka tertinggi sepanjang tahun ini.

"Pada bulan September, sektor logistik e-commerce Tiongkok mengalami peningkatan serentak baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Volume bisnis di pasar perkotaan maupun pasar pedesaan di wilayah tingkat bawah sama-sama mencapai rekor tertinggi tahun ini. Dari sisi penawaran, efisiensi pengiriman terus membaik dan biaya logistik bagi pelaku usaha menjadi lebih ringan, yang mencerminkan penguatan stabil dalam vitalitas konsumsi daring," ujar He Hui, Wakil Presiden CFLP.

Indeks logistik e-commerce itu disusun berdasarkan data dari JD.com, sebuah perusahaan ritel daring terkemuka di Tiongkok. Angka dasar indeks ini ditetapkan pada level 100 poin.