Beijing, Bharata Online - Tiongkok dan Uni Eropa (UE) menyepakati daftar hasil pertemuan kedua mekanisme konsultasi perdagangan dan investasi Tiongkok-UE di Beijing, menurut pernyataan bersama yang dirilis pada hari Jumat (9/10).

Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, dan Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maros Sefcovic, melakukan diskusi yang pragmatis dan produktif selama pertemuan dua hari pada hari Kamis (8/10) dan Jumat (9/10), demikian bunyi pernyataan tersebut.

Daftar kesepahaman bersama yang terdiri dari 16 poin itu mencakup keseimbangan perdagangan dan investasi, pengendalian ekspor, hak kekayaan intelektual, serta reformasi WTO, menurut pernyataan bersama tersebut.

Kedua belah pihak menegaskan kembali bahwa, sebagai mitra dagang utama, Tiongkok dan UE akan mengelola perbedaan mereka dalam kerangka kerja WTO serta berkomitmen untuk semakin menstabilkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral dan membuatnya lebih seimbang.

Terkait perdagangan dan investasi, kedua belah pihak akan terus menjajaki pengurangan tarif untuk barang-barang tertentu sesuai aturan WTO.

Mereka juga akan melanjutkan pembicaraan mengenai komitmen harga (price undertakings) dan prosedur peninjauan yang terkait dengan penyelidikan anti-subsidi UE terhadap kendaraan listrik Tiongkok.

Mengenai pengendalian ekspor, keduanya mengakui perlunya rantai pasokan dan industri global yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

Tiongkok akan terus memfasilitasi izin ekspor logam tanah jarang (rare earth) dan magnet permanen ke UE melalui "jalur hijau".

UE akan bekerja sama dengan negara-negara anggotanya untuk mempermudah penanganan kasus perizinan utama yang melibatkan barang-barang penggunaan ganda (dual-use items).

Kedua belah pihak juga akan meningkatkan transparansi dalam prosedur pencantuman dan penghapusan dari daftar (listing dan delisting).

Terkait kekayaan intelektual, pernyataan bersama tersebut menyebutkan bahwa kedua belah pihak telah mulai menangani masalah sistemik kekayaan intelektual dan mencapai kemajuan. Mereka akan memantau kemajuan tersebut melalui Kelompok Kerja Kekayaan Intelektual Tiongkok-UE.

Mengenai reformasi WTO, keduanya sepakat untuk memperdalam komunikasi dan kerja sama bilateral secara terbuka dan konstruktif, membahas semua isu terkait, serta mendorong kemajuan yang substantif.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan ketiga mekanisme tersebut pada bulan Maret 2027 dan menjaga komunikasi yang erat selama masa jeda tersebut, termasuk melalui konferensi video tingkat menteri pada bulan Januari 2027.