Beijing, Bharata Online - Kombinasi antara ajang olahraga bergengsi di ibu kota Tiongkok, Beijing, dan liburan Hari Nasional telah mendorong belanja terkait acara tersebut hingga lebih dari 100 juta yuan (sekitar 268 miliar rupiah), yang mencerminkan lonjakan terpadu di sektor budaya, perdagangan, pariwisata, dan olahraga.
Kejuaraan tenis China Open 2026, yang berakhir pada hari Minggu (11/10), mencetak rekor baru baik dari segi jumlah penonton maupun pendapatan tiket. Data menunjukkan bahwa turnamen ini dihadiri oleh lebih dari 450.000 penonton, peningkatan lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengunjung dari luar Beijing mencakup 60 persen dari total keseluruhan.
"Kami berkendara ke sini untuk menonton pertandingan China Open. Pengalamannya luar biasa; saya dan anak saya sudah menghabiskan waktu dua hari di sini," ujar Meng Mingyu, seorang wisatawan.
Angka belanja tercatat tinggi untuk produk suvenir resmi, makanan dan minuman, serta berbagai aktivitas hiburan lainnya yang ditawarkan di sekitar stadion tenis.
"Kami mencatat jumlah pengunjung harian sekitar 30.000 hingga 40.000 orang, dan tingkat kunjungan tinggi yang berkelanjutan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Toko suvenir kami sangat laris manis, dan terdapat pula permintaan konsumen yang kuat terhadap pengalaman kuliner serta hiburan," ungkap Li Xuhua, Wakil Sekretaris Jenderal Eksekutif Panitia Penyelenggara China Open.
Turnamen World Table Tennis (WTT) China Smash 2026 juga berakhir pada hari Minggu (11/10) di Shougang Park, Beijing, yang menjadi tuan rumah acara tersebut untuk tahun ketiga berturut-turut.
Penyelenggara menyediakan area menonton luar ruangan seluas 10.000 meter persegi di sekitar lintasan Big Air untuk ski dan seluncur salju, fasilitas yang dibangun untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dan kini menjadi fitur permanen di taman tersebut.
Penjualan suvenir juga berlangsung ramai pada ajang tenis meja ini, dengan lebih dari 80 produk berdesain khusus yang tersedia.
"Saya membeli banyak bola dan bet tenis meja. Dibandingkan tahun lalu, kualitas perlengkapannya terasa jauh lebih baik," ujar Du Meimei, seorang wisatawan.