Jakarta, Radio Bharata Online - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan harus memperkuat kerja sama mereka dan bersama-sama menghadapi tantangan-tantangan yang ada, kata Diplomat senior Tiongkok, Wang Yi, pada hari Kamis (13/7).

Ketika menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN Plus Three (APT), Direktur Kantor Komisi Pusat Urusan Luar Negeri Tiongko, Wang Yi, mengatakan bahwa APT adalah salah satu mekanisme yang paling matang untuk kerjasama regional Asia Timur.

Ia meminta negara-negara di kawasan ini untuk mendorong pemulihan ekonomi. Tiongkok telah memberikan dukungan untuk kerja sama ekonomi dan teknologi di bawah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan membantu negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan kesepakatan perdagangan bebas RCEP.

Wang mendesak negara-negara regional untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Tiongkok telah menyediakan pasokan medis serta bantuan untuk cadangan beras darurat dan kerja sama pengentasan kemiskinan.

Ia juga menghimbau negara-negara kawasan untuk melanjutkan pertukaran personil. Diplomat senior Tiongkok ini menyerukan peningkatan penerbangan komersial antara negara-negara di kawasan dan dimulainya kembali pariwisata inbound.

Wang mengajukan tiga proposal untuk tahap selanjutnya dari kerja sama APT.

Pertama, berpegang pada keterbukaan dan kerja sama, dan mempercepat proses integrasi regional. Mengambil pemberlakuan penuh RCEP sebagai peluang, Wang menyerukan untuk mendukung aksesi Hong Kong ke RCEP sebagai salah satu dari kelompok anggota pertama. Dia juga mengatakan bahwa Tiongkok mendukung pembangunan sistem produksi dan rantai pasokan regional yang stabil, lancar, dan berbasis keunggulan komparatif.

Kedua, berpegang pada keamanan bersama dan terus meningkatkan efektivitas respon krisis. Tiongkok akan terus menyumbangkan dana untuk mekanisme Cadangan Beras Darurat APT, memperkuat sistem informasi ketahanan pangan ASEAN dan menjaga ketahanan pangan regional dengan lebih baik.

Wang mencatat bahwa pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dari Jepang ke lautan berdampak pada keselamatan lingkungan laut dan kesehatan kehidupan manusia. Hal ini merupakan masalah yang sangat penting dan karenanya tidak boleh dilakukan tanpa izin.

Ketiga, berpegang pada peran utama inovasi dan sepenuhnya memanfaatkan potensi pembangunan berkelanjutan. Wang mengatakan bahwa Tiongkok mendukung pernyataan ASEAN tentang pengembangan ekosistem kendaraan listrik APT dan akan terus mendorong kerja sama di bidang pengentasan kemiskinan, pertukaran pejabat desa, dan pembangunan pedesaan.

Para menteri luar negeri Jepang, Korea Selatan dan negara-negara ASEAN mengatakan bahwa mekanisme APT terus memperluas area kerja sama yang semakin efektif.

Mereka mengungkapkan bahwa mekanisme ini telah memainkan peran kunci dalam membantu negara-negara kawasan untuk mencapai pemulihan yang cepat dari pandemi Covid-19 dan pembangunan berkelanjutan, serta telah menjadi jangkar stabilitas yang solid dan dapat diandalkan.

Semua pihak mendukung kerangka kerja sama regional yang terbuka dan inklusif yang berpusat di ASEAN, mematuhi multilateralisme, dan menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional.

Mereka juga sepakat bahwa mekanisme APT harus mengikuti perkembangan zaman, memberikan peran penuh pada mekanisme Cadangan Beras Darurat APT, secara aktif mendorong Perjanjian Multilateralisasi Inisiatif Chiang Mai dan mempromosikan implementasi RCEP yang berkualitas tinggi.

Selain itu, mereka sepakat untuk menciptakan area pertumbuhan baru seperti ekonomi digital, inovasi dan teknologi, transformasi energi, dan kendaraan listrik guna menyuntikkan dorongan baru ke dalam konektivitas dan ketahanan regional dan membantu ASEAN menjadi pusat pertumbuhan global.