Direktur Kantor Hubungan Luar Negeri Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) Wang Yi hari Jumat kemarin (14/7) di Jakarta menghadiri pertemuan menteri luar negeri kerja sama Asia Timur, dan sempat membantah segelintir negara yang menyebut apa yang disebut arbitrase LTS dan kebebasan pelayaran, serta membentangkan pendirian dan prinsip pihak Tiongkok seputar masalah LTS.

Wang Yi menyatakan, Laut Tiongkok Selatan merupakan salah satu perairan laut yang paling aman dan paling bebas untuk melakukan pelayaran di dunia dewasa ini, tiada satu pun kapal bisnis yang mengeluh terganggu atau terhalangi ketika berlayar di perairan tersebut, segelintir negara tidak usah menyatakan kekhawatiran tak berarti. Tiongkok bersama negara-negara kawasan LTS, mematuhi hukum internasional termasuk Konvensi Laut PBB, namun kami tidak mengizinkan tindakan hegemoni dengan nama kebebasan pelayaran. Tiongkok selalu menganjurkan secara damai menyelesaikan perselisihan melalui konsultasi persahabatan oleh negara-negara terlibat, dan prinsip tersebut pun sudah tercantum dalam Deklarasi Perilaku Para Pihak LTS (DoC). Kami telah mengatasi imbas pandemi dan gangguan eksternal, berhasil menyelesaikan pemeriksaan kedua kali terhadap Kode Etik LTS (CoC), dan akan bergandengan tangan untuk mendorong CoC tersebut menjadi peraturan regional yang dapat berlaku dengan efektif, bermakna sesungguhnya, dan sesuai dengan hukum internasional, agar lebih baik memelihara perdamaian dan kestabilan LTS, kepentingan dan hak yang sah negara-negara eksternal pun akan terjamin.

Pewarta : CRI