Pada musim panas ini, ketika para pelajar Laos menaiki kereta api Tiongkok-Laos EMU “Langcang” untuk menikmati kegembiraannya “berkeliling dunia dengan menumpang kereta api”, mungkin tak ada yang menyangka, untuk membangun jalur kereta api Tiongkok-Laos, pihak konstruktor membutuhkan waktu dua tahun lebih untuk membereskan bom tandan yang ditinggalkan AS di sepanjang jalur tersebut.

Bom tersebut dijatuhkan tentara AS di Laos saat Perang Vietnam. Belakangan ini, pemerintah AS mengumumkan menyediakan bantuan militer ekstra senilai 800 juta dolar AS kepada Ukraina, di antaranya termasuk bom tandan mematikan yang terdaftar sebagai kategori senjata terlarang dalam hukum AS, dan hal itu kembali mengingatkan masyarakat pada sejarah tersebut.

Setelah krisis Ukraina tercetus, AS selalu bersama negara-negara Barat melakukan penghasutan, dan cara utamanya ialah menyediakan bermacam-macam senjata dan amunisi kepada Ukraina. Namun setelah AS mengumumkan menyediakan bom tandan kepada Ukraina, kelompok Barat intern terguncang. Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan, Inggris adalah negara penandatangan “Konvensi Pelarangan Bom Tandan Internasional”, sehingga “tidak mendorong penggunaan” senjata tersebut. Spanyol dan Kanada pun menyatakan menentang hal tersebut.

Mengapa ada kontroversi besar seperti itu tentang bom tandan? Karena bom ini sangat mematikan. Sebuh bom tandan mengandung puluhan bahkan ratusan anak bom, jika dijatuhkan, maka jangkauan dan cakupannya sama sekali sulit dikontrol, sedangkan “tingkat kegagalan meledak” anak bom itu terlalu tinggi.

Selama Perang Vietnam dari tahun 1964-1973, AS menjatuhkan bom tandan dalam jumlah besar di bagian selatan Vietnam, Laos dan Kamboja, di antaranya, Loas merupakan negara yang terkena dampak bom tandan terbesar.

Tidak hanya di Laos saja. Dalam waktu lebih dari 20 tahun terakhir ini, AS menggunakan bom tandan dalam jumlah besar dalam Perang Kosovo dan Perang Irak, bahkan pasukan NATO di Kosovo mengeluh terhadap pembersihan bom yang belum meledak. Menurut data statistik yang tidak lengkap, sejak diproduksi, bom tandan telah mengakibatkan 56 ribu sampai 86 ribu rakyat sipil tewas, dan 90% ke atas korbannya adalah rakyat sipil yang sebagain besar adalah anak-anak di bawah umur.

Setahun yang lalu, Sekretaris Pers Gedung Putih AS Jen Psaki pernah mengatakan, jika menggunakan bom tandan mungkin adalah sebuah kejahatan perang, satu tahun kemudian, AS justru akan menjadi target yang dikecamnya sendiri. Coba mengira berapakah nilai moralitas dan reputasi di hadapan keegoisan AS?

Pewarta : CRI