Jakarta, Radio Bharata Online - Diplomat senior Tiongkok, Wang Yi, mengatakan pada hari Kamis (13/7) bahwa AS harus mengambil tindakan konkret untuk mengembalikan hubungan Tiongkok-AS ke jalur yang benar.
Saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, di sela-sela rangkaian pertemuan menteri luar negeri ASEAN, Wang, selaku Direktur Kantor Komisi Pusat Urusan Luar Negeri Tiongkok, mengatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan melalui komunikasi yang mendalam dan jujur selama kunjungan Blinken ke Tiongkok bulan lalu.
Wang menambahkan bahwa konsensus yang paling penting adalah kembali ke agenda yang ditetapkan oleh kedua kepala negara di Bali, Indonesia, dan mengambil langkah penting untuk menentukan arah yang benar dari kapal raksasa hubungan Tiongkok-AS.
Ia mengatakan pihak AS harus merefleksikan inti yang menyebabkan kesulitan hubungan Tiongkok-AS, mengubah konsensus yang dicapai antara presiden Tiongkok dan AS pada pertemuan mereka di Bali menjadi tindakan nyata, dan menepati janji yang dibuat oleh Presiden AS Joe Biden.
Menurut Wang, tindakan konkret diperlukan untuk menghilangkan hambatan, baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan, untuk mengumpulkan momentum bagi hubungan Tiongkok-AS yang stabil.
Dia meminta AS untuk mengadopsi sikap rasional dan pragmatis dan bekerja sama dengan Tiongkok ke arah yang sama guna memajukan konsultasi tentang prinsip-prinsip panduan untuk hubungan Tiongkok-AS, memperluas saluran komunikasi diplomatik dan keamanan, meningkatkan efektivitas komunikasi, dan memfasilitasi pertukaran antar orang.
Wang menguraikan posisi serius Tiongkok dalam masalah Taiwan, menuntut agar Amerika Serikat menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok, atau merongrong kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok, menghentikan penindasan ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologinya terhadap Tiongkok, dan mencabut sanksi yang melanggar hukum dan tidak masuk akal terhadap Tiongkok.
Ia mengatakan bahwa sebagai negara besar yang memiliki pengaruh penting, Tiongkok dan Amerika Serikat harus menghormati upaya negara-negara regional, mendukung sentralitas ASEAN, dan menghindari pemicu perselisihan dan faktor rumit dalam kerja sama regional.
Kedua belah pihak juga secara aktif menjajaki cara-cara untuk melakukan konsultasi mengenai isu-isu Asia-Pasifik dan urusan maritim. Mereka menganggap pertemuan ini sebagai pertemuan yang jujur, pragmatis dan konstruktif, dan sepakat untuk menjaga komunikasi satu sama lain.