Brussel, Bharata Online - Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maros Sefcovic, bertolak ke Tiongkok pada hari Rabu (7/10) untuk melakukan pembicaraan yang dianggap krusial bagi masa depan hubungan bilateral kedua pihak.

Sefcovic dijadwalkan bertemu dengan Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, di Beijing guna membahas berbagai perbedaan terkait perdagangan dan investasi bilateral.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa Uni Eropa sedang menjalin dialog dengan Tiongkok untuk menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan.

Mengingat nilai impor Uni Eropa (UE) dari Tiongkok jauh melampaui nilai ekspornya ke negara tersebut, Brussel mengeluhkan tindakan Tiongkok yang dianggap merugikan industri-industri utama Eropa. Sebagai contoh, kendaraan listrik Tiongkok yang berharga kompetitif telah meraih popularitas di Eropa. Tiongkok membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Uni Eropa juga mendesak Tiongkok untuk mencabut pembatasan ekspor terhadap mineral dan logam yang krusial bagi pembuatan cip penggerak teknologi kecerdasan buatan (AI), sebuah sektor dengan posisi Brussel masih tertinggal.

"Kita perlu segera melakukan pengadaan dan membangun cadangan. Langkah ini akan membantu kita memperoleh serta menimbun pasokan yang dibutuhkan untuk mobil listrik, cip dan baterai, teknologi ramah lingkungan, sektor pertahanan, dan banyak lagi," ujar Von der Leyen.

Komisaris Perdagangan Eropa tersebut berharap pembicaraan di Tiongkok pekan ini akan menghasilkan kesepakatan yang dapat ia ajukan kepada Dewan Eropa.