Beijing, Bharata Online - Berbagai media menyoroti meningkatnya daya saing Tiongkok di sektor kecerdasan buatan (AI) minggu ini, dengan menunjuk pada dukungan kebijakan yang kuat, investasi berkelanjutan, dan infrastruktur energi dan manufaktur yang kokoh sebagai keunggulan utama dalam persaingan global.

Dalam editorial yang diterbitkan pada hari Rabu (25/3), majalah Fortune AS menggambarkan Tiongkok sebagai calon "pemenang besar" dalam persaingan AI, dengan menyebutkan faktor-faktor seperti pasokan listrik yang melimpah, manufaktur yang hemat biaya, dan dorongan kuat untuk pengembangan sumber terbuka.

Laporan tersebut mencatat bahwa investasi yang konsisten dan berskala besar - baik publik maupun swasta - telah memainkan peran penting dalam memajukan kemampuan AI Tiongkok.

Sementara itu, analisis oleh Reuters menunjukkan meningkatnya pengaruh global perusahaan AI Tiongkok.

Analisis itu menyoroti bagaimana penerimaan Tiongkok terhadap AI sumber terbuka telah menguntungkan pengembang dan bisnis di seluruh dunia, termasuk perusahaan multinasional di Amerika Serikat dan Eropa, dengan mengatakan bahwa pergeseran menuju aplikasi praktis ini semakin membentuk ekosistem AI global.