Beijing, Radio Bharata Online - Seorang mahasiswa muda Rumania di Tiongkok, Andreea Manolache, optimis bahwa tingkat kerja sama antara kedua negara akan terus ditingkatkan, dan mengharapkan lebih banyak kemajuan di bidang-bidang utama seperti inovasi teknologi dan sektor energi hijau.
Andreea saat ini sedang belajar di Fakultas Ekonomi dan Manajemen di Universitas Tsinghua yang bergengsi di Beijing, mengambil jurusan ekonomi dan keuangan. Dia telah bekerja dalam proyek-proyek lintas batas untuk membantu mempromosikan kerja sama dan percakapan antara Eropa dan Tiongkok, serta telah melihat manfaatnya membuahkan hasil.
Salah satu langkah yang dilakukan untuk memperkuat pertukaran budaya dan kerja sama terjadi pada tahun 2020, ketika Tiongkok dan Rumania menandatangani perjanjian tentang pencegahan pencurian, penggalian ilegal, serta impor dan ekspor ilegal properti budaya.
"Salah satu contoh kerja sama sebelumnya antara Rumania dan Tiongkok adalah pada tahun 2020 dengan perjanjian bilateral tentang pencurian, penggalian ilegal, serta impor dan ekspor ilegal peninggalan budaya. Perjanjian ini bertujuan untuk mencegah impor dan ekspor peninggalan budaya secara ilegal dan juga melestarikan warisan budaya serta mengembangkan budaya di negara masing-masing," kata Manolache.
Manolache percaya bahwa ada potensi besar untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara Tiongkok dan tanah airnya, terutama di bidang inovasi teknologi, penelitian, dan investasi yang berkembang pesat.
"Tiongkok dan Rumania adalah mitra dagang yang sangat penting, dan impor serta ekspor dari Tiongkok ke Rumania meningkat secara eksponensial setiap tahunnya. Dan saya percaya bahwa ada banyak ruang untuk pertumbuhan antara kedua negara dan dalam kerja sama internasional. Pada saat yang sama, ada banyak kerja sama bilateral dalam hal infrastruktur, terutama dalam transportasi dan sistem kereta api berkecepatan tinggi. Dan saya juga percaya bahwa ada banyak peluang untuk inovasi teknologi, penelitian, dan investasi di antara kedua negara," jelas mahasiswa tersebut.
Manolache juga mengatakan bahwa Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI) yang diusulkan Tiongkok akan meningkatkan arus barang antara kedua negara dan membawa peluang baru bagi perusahaan-perusahaan Rumania.
"Rumania dapat mengambil keuntungan dari inisiatif hijau dan mengekspor layanan dan produk mereka ke Tiongkok dan negara-negara BRI lainnya. Pada saat yang sama, saya percaya bahwa Tiongkok melakukan banyak investasi dalam energi terbarukan, yang merupakan salah satu sektor di mana Rumania memiliki banyak potensi dan sangat tertarik untuk menuju ke sana," katanya.
Sebagai peserta magang di International Green Finance Institute, Manolache berharap dapat memberikan kontribusinya terhadap kerja sama global dalam isu-isu penting seperti iklim, terutama dalam kebijakan publik, dan meningkatkan kerja sama serta konektivitas di antara negara-negara yang berbeda.