Beijing, Radio Bharata Online - Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada konferensi pers hari Kamis (20/7) di Beijing mengatakan Tiongkok sekali lagi mendesak Jepang untuk berhenti memaksakan rencana pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dan mendengarkan dengan seksama suara masyarakat internasional. 

Sehubungan dengan keputusan Jepang untuk mendorong rencana pembuangannya tanpa menghiraukan tentangan dari negara-negara tetangganya, Tiongkok telah memperketat pembatasan impor makanan Jepang. Pemerintah Jepang mengatakan bahwa keamanan makanan Jepang dijamin secara ilmiah dan berencana untuk mengajukan banding kepada Tiongkok guna mencabut pembatasan impor.

Ketika diminta untuk mengomentari masalah ini, Mao mengatakan, "Pemerintah Tiongkok menjunjung tinggi filosofi pemerintahan yang berpusat pada rakyat, dan kami harus bertanggung jawab atas kesehatan rakyat dan lingkungan laut. Kami memiliki alasan kuat untuk menentang rencana pembuangan Jepang dan mengambil langkah-langkah terkait."

"Tiongkok mendesak Jepang untuk mendengarkan dengan seksama suara masyarakat internasional dan berhenti mendorong rencana pembuangan air yang terkontaminasi nuklir ke laut. Pihak Jepang harus melakukan konsultasi penuh dengan negara-negara tetangga dengan sikap yang tulus, membuang air yang terkontaminasi nuklir dengan cara yang bertanggung jawab, dan menerima pengawasan internasional yang ketat," tegasnya.