JAKARTA, Radio Bharata Online - Milisi Houthi kembali "mengamuk" di Laut Merah. Dalam rilis terbarunya, kelompok itu mengatakan telah menyerang kapal kargo militer Amerika Serikat (AS), Ocean Jazz di lepas pantai Yaman.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dikutip AFP, hari Selasa mengatakan, Houthi memimpin operasi serangan, yang menargetkan kapal kargo militer Amerika Ocean Jazz, di Teluk Aden dekat Laut Merah dengan rudal.
Dikutip pula dari Al-Jazeera, Houthi mengatakan ini menjadi pembalasan dendam mereka terhadap AS dan Inggris. Keduanya diketahui telah melancarkan sejumlah serangan udara ke Yaman, basis milisi Houthi.
Menurut Yahya Saree, Angkatan Bersenjata Yaman akan menanggapi setiap serangan di Yaman, dan agresi baru apa pun tidak akan luput dari hukuman.
Yahya menegaskan, Houthi akan terus mencegah kapal-kapal Israel melintasi Laut Merah dan Teluk Aden, sampai perang di wilayah Palestina berakhir.
Meski demikian seorang pejabat AS membantah hal tersebut. Sumber AS mengatakan tidak melihat serangan, dan percaya bahwa pernyataan itu tidak benar.
Houthi mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah, sejak perang Israel ke Gaza pecah di Oktober lalu. Mereka menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel, sebagai dukungan untuk warga Palestina di Gaza, yang menderita dalam pertempuran Hamas dan Israel.
AS, sekutu dekat Israel, menanggapi serangan Houthi dengan melancarkan serangkaian serangan terhadap kelompok yang dianggap pemberontak tersebut, menghantam puluhan lokasi di Yaman. Sejak itu, kelompok Houthi menyatakan kepentingan Amerika dan Inggris sebagai target serangan yang sah.
Akibat ketegangan ini, banyak kapal-kapal pelayaran logistik global menghindari Laut Merah. Padahal, ini adalah rute terpendek jalur barang-barang disalurkan dari Asia ke Eropa dan sebaliknya. Kapal-kapal terpaksa memutar ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan, menyebabkan keterlambatan kargo karena lamanya perjalanan, dan meningkatnya harga seiring bertambahnya bahan bakar yang dibayar, dan kenaikan asuransi perjalanan. (Al Jazeera)