KAIRO/GAZA/YERUSALEM, Radio Bharata Online – Ditengah seruan global untuk melakukan gencatan senjata dalam perang yang telah berlangsung selama 11 minggu, Israel tetap bertekad untuk menghancurkan Hamas .

Otoritas kesehatan Palestina mengatakan hampir 21.000 orang tewas dalam serangan Israel, dan ribuan lainnya dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan. Hampir seluruh penduduk di wilayah kantong yang berjumlah 2,3 juta jiwa itu telah berkali-kali diusir dari rumah mereka.

Pihak berwenang Gaza menguburkan 80 warga Palestina tak dikenal pada hari Selasa, yang jenazahnya diserahkan oleh Israel melalui perbatasan Kerem Shalom, kata kementerian kesehatan.

Menurut Wakaf Islam, atau kementerian agama, jenazah dikumpulkan dari bagian utara Jalur Gaza. Mereka dikuburkan di selokan panjang di pemakaman Rafah di selatan.

Sementara itu sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat mengatakan, bahwa negaranya harus berbuat lebih banyak untuk mengurangi kematian warga sipil, akibat apa yang disebut Presiden Joe Biden sebagai “pengeboman tanpa pandang bulu”.

Amerika Serikat telah secara terbuka menekan Israel dalam beberapa pekan terakhir, untuk mengurangi perangnya menjadi operasi penyerangan yang lebih bertarget terhadap para pemimpin Hamas. Namun di Timur Tengah, Washington masih dipandang sebagai pendukung Israel, sehingga pasukan AS telah diserang oleh militan yang didukung Iran.

Militer AS melakukan serangan udara balasan terhadap militan Kataib Hizbullah di wilayah Irak pada hari Senin, setelah serangan pesawat tak berawak di pangkalan AS di Erbil menyebabkan seorang anggota militer AS dalam kondisi kritis dan melukai dua lainnya. (Reuters)