Jakarta, Radio Bharata Online - Menurut pengamat Hubungan Internasional, Harryanto Aryodiguno, Ph.D., keputusan Xi Jinping untuk mengundang Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, ke Tiongkok sebagai destinasi pertama usai pelantikannya karena melihat posisi Indonesia yang strategis.
Hal itu Harryanto sampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bharata Online pada hari Minggu (10/11) lalu ketika membahas tentang kunjungan Prabowo ke Tiongkok pada Jum'at (8/11) hingga Minggu (10/11).
"Indonesia ini sama sebenarnya kultur dan budayanya (dengan Tiongkok), banyak persamaan. Misalnya banyak etnisnya, banyak sukunya, banyak masalah yang dihadapinya. Yang membedakan adalah Tiongkok itu pembangunannya lebih cepat. Dalam hal ini pembangunan infrastruktur. Indonesia saat ini ingin mengarah ke sana," ujarnya.
Ia pun menambahkan bahwa untuk bisa membangun infrastruktur lebih cepat, satu-satunya mitra yang bisa diharapkan oleh Indonesia adalah Tiongkok.
"Kenapa saya mengatakan Tiongkok? Bukan negara Asia Timur lainnya, seperti Jepang, Korea? Karena Jepang dan Korea itu perwakilan Amerika di Timur. Jadi pemikiran mereka itu lebih Barat, lebih kapitalis. Kapitalis di sini artinya individualisnya lebih tinggi. Otomatis mereka punya hitung-hitungan. Sedangkan Tiongkok sendiri kultur Timurnya itu masih dalam. Otomatis kalau menjalin satu persahabatan itu harus sama-sama menguntungkan. Itu pemikiran orang-orang Tiongkok," jelas Dosen di Presiden University tersebut.