Zhangzhou, Bharata Online - Seiring berkembang pesatnya ekonomi ketinggian rendah di Tiongkok, semakin banyak anak muda yang meninggalkan pekerjaan mereka di perkotaan untuk kembali ke kampung halaman dan menjadi operator drone, sehingga turut mendorong modernisasi di wilayah pedesaan negara tersebut.
Di garis depan perubahan ini terdapat sekelompok pilot drone dari Kabupaten Zigui, Provinsi Hubei (Tiongkok Tengah), yang kini menyediakan layanan angkutan kargo udara canggih ke berbagai wilayah pegunungan di seluruh Tiongkok.
Di Pusat Layanan Komprehensif Industri Ketinggian Rendah Zigui, sekelompok peserta pelatihan baru tampak sibuk mengendalikan drone untuk mengangkat keranjang buah yang penuh muatan, sembari mengasah keterampilan mereka untuk operasi presisi di medan yang sulit.
Meskipun panen jeruk lokal belum dimulai, para peserta pelatihan sedang mendiskusikan cara meningkatkan efisiensi pengangkutan jeruk bali madu (honey pomelo) di Kabupaten Pinghe, Provinsi Fujian (Tiongkok Timur), yang berjarak ratusan kilometer jauhnya.
Di Kabupaten Pinghe, kegiatan panen jeruk bali madu sedang berlangsung dengan intensitas tinggi. Tan Longfei dan timnya telah bekerja di sana selama lebih dari sebulan, mengoperasikan lima drone untuk mengangkut puluhan ribu kilogram jeruk bali setiap harinya.
"Dulu, kami harus bersusah payah melakukan pekerjaan pertanian tradisional, membungkuk ke arah tanah dengan punggung menghadap langit. Kini, kami memantau layar kendali sementara drone kami terbang tinggi di angkasa," ujar Tan, salah satu anggota tim pilot drone Zigui.
Perusahaan pertanian setempat dengan cepat menyadari keunggulan profesional yang ditawarkan oleh tim Tan.
"Tim pilot drone Zigui menunjukkan efisiensi dan kesadaran akan keselamatan yang luar biasa. Mereka adalah pilihan utama kami untuk pekerjaan ini," kata Chen Yiqiang, Manajer Perusahaan Layanan Pertanian Huaxia Feichi di Kabupaten Pinghe.
Berbeda dengan operator lepas, pilot drone dari Zigui bekerja dalam unit yang terorganisasi dan solid, sehingga memastikan layanan profesional yang terstandarisasi selalu menyertai mereka ke mana pun mereka pergi.
Mulai dari mengangkut jeruk, jeruk bali madu, buah delima, dan bambu hingga mengangkut panel surya di medan yang sulit, layanan mereka kini telah menjangkau hampir separuh dari seluruh wilayah tingkat provinsi di seluruh Tiongkok. Pada bulan Juli tahun ini, ketika Kota Hengzhou di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan, dilanda banjir parah, Song Younian, seorang pilot drone asal Zigui, bersama rekan-rekannya segera merespons panggilan untuk memberikan bantuan.
Selama empat hari, mereka menembus kondisi medan yang sulit untuk menyalurkan delapan ton pasokan kebutuhan pokok bagi warga yang terjebak banjir.
"Saat terjadi bencana alam, keterampilan menerbangkan drone pada ketinggian rendah ini terbukti sangat bermanfaat. Kemampuan untuk membantu sesama membuat kami merasa bahwa profesi ini sungguh berharga," ujar Song.
Saat ini, Kabupaten Zigui memiliki lebih dari 200 tim layanan ekonomi ketinggian rendah dan lebih dari 2.700 pilot drone bersertifikat. Semakin banyak anak muda kelahiran tahun 1990-an dan 2000-an, yang sebelumnya merantau ke kota untuk bekerja, kini kembali ke kampung halaman untuk bergabung sebagai operator teknologi tinggi tersebut.
"Dulu, Zigui dikenal sebagai daerah utama pengirim tenaga kerja. Kini, 'pilot drone Zigui'—yang tumbuh besar di tengah kebun jeruk kami—sedang merintis jalur baru pengiriman tenaga kerja berbasis teknologi, sekaligus memenuhi kebutuhan nasional akan modernisasi pertanian di wilayah pegunungan," kata Hu Bin, Pejabat dari Biro Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Kabupaten Zigui.