Beijing, Bharata Online - Menurut laporan yang dirilis pada hari Minggu (20/9), penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses manufaktur utama di Tiongkok mencapai 34,2 persen pada semester pertama tahun 2026, naik 5,5 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan tersebut dirilis oleh sebuah lembaga penelitian di bawah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok dalam acara World Manufacturing Convention 2026 yang sedang berlangsung di Kota Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok bagian timur.

Laporan itu menyebutkan bahwa sebagian besar perusahaan Tiongkok telah mencapai digitalisasi dalam bidang penelitian dan pengembangan (litbang) serta desain, manufaktur, dan manajemen operasional.

Lebih dari 10 persen perusahaan manufaktur berskala besar telah menggunakan model AI berskala besar untuk mendorong inovasi bisnis.

Sektor manufaktur berteknologi tinggi di Tiongkok mencatat kenaikan nilai tambah sebesar 13,3 persen pada semester pertama tahun 2026, dengan manufaktur sirkuit terpadu dan manufaktur peralatan otomotif pintar mempertahankan tingkat pertumbuhan sebesar 30 persen.