DUBAI, Radio Bharata Online - Penilaian yang diterbitkan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam, atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada hari Senin, menyebutkan seperempat spesies ikan air tawar di seluruh dunia terancam punah.

Penilaian itu menyoroti meningkatnya dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, terhadap satwa liar di planet ini.

Dikutip dari The Straits Times, Direktur Jenderal IUCN, Grethel Aguilar, dalam sebuah pernyataan menyebutkan, perubahan iklim mengancam keanekaragaman kehidupan yang ada di Bumi, dan melemahkan kapasitas alam untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Dari hampir 15.000 spesies ikan air tawar yang dinilai, 25 persennya berisiko punah, dan setidaknya 17 persen di antaranya menderita akibat perubahan iklim, termasuk fluktuasi permukaan air dan pergeseran musim.

IUCN mengurutkan risiko kepunahan suatu spesies dalam sembilan kategori, mulai dari tidak dievaluasi, hingga punah.

Dia mencontohkan Salmon Atlantik mengalami penurunan populasi sebesar 23 persen antara tahun 2006 dan 2020, dan statusnya dinaikan dari paling tidak mengkhawatirkan, menjadi hampir terancam. Pemanasan global mempengaruhi semua tahap siklus hidupnya, berkurangnya mangsa, memungkinkan berkembangnya spesies invasif, dan meningkatkan kematian salmon muda karena polusi air, yang sebagian besar disebabkan oleh penebangan kayu dan pertanian.

Daftar Merah IUCN, kini mencakup 157.190 spesies, dengan 44.016 di antaranya terancam punah.  Daftar terbaru ini muncul ketika negara-negara berpacu dengan waktu, untuk mencapai kesepakatan pada Konferensi Iklim PBB, Conference of the Parties 28 (COP- 28) tahun ini di Dubai, yang berakhir pada hari Selasa. (wwf)