Tunis, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Senin (15/1) memuji "persahabatan besar" yang dijalin oleh Tiongkok dan Tunisia selama enam dekade terakhir sejak berdirinya hubungan diplomatik mereka.
Wang, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menyampaikan pernyataan tersebut pada sebuah upacara yang diadakan di ibu kota Tunisia, Tunis, untuk meresmikan Akademi Diplomatik Internasional Tunis yang dibangun oleh Tiongkok, yang juga dihadiri oleh Presiden Tunisia, Kais Saied, dan Menteri Luar Negeri Tunisia, Nabil Ammar.
Diplomat tinggi Tiongkok itu mengatakan dibutuhkan waktu delapan tahun untuk membangun akademi tersebut, satu-satunya akademi yang dibangun oleh Tiongkok di negara Arab.
Wang menambahkan bahwa akademi tersebut, yang telah menunjukkan tingkat tinggi dan kualitas hubungan Tiongkok-Tunisia, akan menjadi simbol dan platform baru untuk meneruskan persahabatan tradisional Tiongkok-Tunisia.
Ia mengatakan selama beberapa dekade terakhir, Tiongkok dan Tunisia telah dengan tegas mendukung satu sama lain dalam menjaga kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial, serta memilih jalur pembangunan masing-masing.
Wang juga mengatakan kedua negara juga telah mencapai hasil yang bermanfaat dalam kerja sama pragmatis dengan berhasil mengimplementasikan sejumlah proyek berkualitas tinggi untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat, menjaga komunikasi dan koordinasi yang erat dalam urusan internasional dan regional, dan bekerja sama untuk menjaga kepentingan bersama serta keadilan dan kejujuran internasional.
Pada upacara tersebut, Wang pun menyerukan untuk membangun dunia multipolar yang setara dan teratur serta memajukan globalisasi ekonomi inklusif yang bermanfaat bagi semua.
Ia menggarisbawahi bahwa semua negara, besar atau kecil, kuat atau lemah, kaya atau miskin, harus memainkan peran yang semestinya dan menikmati hak untuk pembangunan dan revitalisasi.
Ammar, pada bagiannya, mengatakan bahwa tahun ini menandai ulang tahun ke-60 pembentukan hubungan diplomatik antara Tunisia dan Tiongkok, yang telah mencapai kemajuan yang mulus dalam kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Ia mengatakan bahwa dengan memperkuat persahabatan bilateral adalah keinginan politik bersama dari kedua belah pihak dan sesuai dengan kepentingan bersama kedua negara dan rakyatnya.
Ammar mengucapkan terima kasih kepada Tiongkok karena telah membangun akademi tersebut, yang merupakan hasil konkret dari pembangunan bersama Belt and Road dan telah mengkristalisasi persahabatan yang mendalam antara Tunisia dan Tiongkok.
Ia juga mengatakan Tunisia akan menggunakan akademi ini sebagai jembatan untuk meningkatkan saling pengertian dan pertukaran antara Tunisia dan Tiongkok, serta seluruh dunia.
Setelah mengunjungi Mesir, Wang tiba di Tunisia pada Minggu (14/1) malam untuk leg kedua tur Afrika-nya. Ia berada di Tunisia untuk kunjungan resmi selama tiga hari yang juga akan menandai ulang tahun ke-60 hubungan diplomatik antara kedua negara.