Sichuan, Bharata Online - Menjelang liburan Hari Nasional Tiongkok, Sichuan menyambut ribuan penggemar olahraga luar ruangan dari seluruh dunia untuk mengikuti ultramaraton gletser dan turnamen memancing internasional, yang juga dimeriahkan dengan berbagai acara budaya lokal yang semarak.
Dari hari Kamis (24/9) hingga Minggu (27/9), sekitar 3.300 peserta dari 31 wilayah tingkat provinsi di Tiongkok dan 15 negara berkumpul di Hailuogou, Prefektur Otonom Tibet Ganzi, untuk mengikuti ajang kedua Gongga 100 Glacier Extreme Race. Acara ini mempertandingkan kategori jarak 100 km, 60 km, dan 40 km, dengan rute yang menanjak dari ketinggian sekitar 1.600 meter hingga lebih dari 4.500 meter di atas permukaan laut.
Sepanjang perjalanan, para pelari melintasi hutan konifer yang masih alami, padang rumput pegunungan tinggi (alpine), dan lanskap pedesaan yang khas, sembari menikmati pemandangan 14 puncak bersalju dengan ketinggian lebih dari 6.000 meter serta merasakan keindahan pemandangan musim gugur yang memukau di kaki Gunung Gongga.
"Saya mengikuti lomba kategori 100 kilometer, dan pengalamannya sungguh luar biasa. Rutenya benar-benar menantang, dengan tanjakan dan turunan curam yang menguji fisik maupun mental. Namun, saat berdiri di celah gunung dan menyaksikan sinar matahari keemasan menyinari puncak-puncak bersalju, semua itu terasa sangat sepadan," ujar Zhai Fan, salah satu peserta.
Selain perlombaan, pemerintah setempat juga menggelar beragam kegiatan budaya dan pariwisata untuk menyambut liburan Festival Pertengahan Musim Gugur. Baik peserta lomba maupun wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, menikmati indahnya bulan purnama serta merasakan pengalaman tradisi etnis setempat.
Sementara itu, di Kota Nanchong, Sichuan, Turnamen Memancing Internasional Danau Shengzhong ke-15 menarik minat 1.200 pemancing dari 22 negara dan wilayah. Acara ini juga dimeriahkan dengan sajian kuliner, seperti "pesta olahan ikan utuh", dan festival musik malam hari, yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati cita rasa makanan serta budaya lokal di sela-sela kegiatan olahraga tersebut.