BEIJING, Bharata Online - Musim penayangan film selama liburan Hari Nasional 2026 di Tiongkok, mencatatkan pendapatan box office lebih dari 100 juta yuan (sekitar 266,8 miliar rupiah) pada hari pertama saja, dengan sejumlah film domestik bersaing menarik minat penonton. Sementara itu, bioskop di seluruh negeri menjajaki cara-cara baru untuk menarik pengunjung, dengan memperluas layanan di luar penayangan film konvensional.
Mulai dari siaran langsung olahraga dan kegiatan budaya, hingga pariwisata, ritel, dan pengalaman gaya hidup lainnya, bioskop kini menjadi lebih dari sekadar tempat untuk menonton film.
Salah satu perkembangan terbaru adalah penayangan ajang olahraga besar di layar bioskop. Selama masa liburan, program siaran langsung di bioskop yang diluncurkan oleh Huaxia Film bekerja sama dengan lebih dari 100 bioskop di seluruh Tiongkok, menayangkan turnamen tenis Tiongkok Terbuka 2026 di layar lebar. Ini merupakan kali pertama Huaxia Film menghadirkan ajang tenis tingkat atas ke layar bioskop.
Bagi penggemar olahraga, menonton pertandingan di bioskop menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan menonton di rumah. Bioskop-bioskop yang berpartisipasi dalam program Huaxia, menggunakan layar LED dengan frame rate tinggi dan sistem suara imersif, untuk menangkap detail gerakan cepat, seperti lintasan dan putaran bola, sekaligus menghadirkan kembali suasana kompetisi langsung.
Program ini juga menayangkan pertandingan yang menampilkan petenis Tiongkok Zheng Qinwen, serta babak semifinal dan final nomor tunggal putra dan putri.
Selain olahraga, bioskop juga mengintegrasikan pengalaman menonton film dengan pariwisata, budaya, dan layanan lokal.
Di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, sejumlah bioskop telah bermitra dengan perusahaan pariwisata, untuk meluncurkan paket perjalanan yang dipadukan dengan tiket film. Sementara itu, di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, penonton dapat menggunakan potongan tiket mereka, untuk mendapatkan keuntungan dari ribuan pelaku usaha, termasuk tempat wisata, restoran, ritel, dan layanan lainnya.
Di seluruh Tiongkok, bioskop juga menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya selama masa liburan. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup pameran warisan budaya takbenda, lokakarya kerajinan tangan, pertunjukan musik, pasar tematik, dan pameran interaktif.
Di beberapa kota, pasar yang berkaitan dengan film serta acara interaktif, mendorong penonton untuk menghabiskan lebih banyak waktu di area bioskop, tidak sekadar untuk menonton film itu sendiri.
Tren ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam industri bioskop Tiongkok. Seiring dengan keinginan penonton akan pilihan hiburan yang lebih beragam, bioskop memperluas perannya dari sekadar tempat pemutaran film, menjadi ruang budaya komprehensif, yang memadukan hiburan, interaksi sosial, dan pengalaman budaya. (CGTN)