JAKARTA, Radio Bharata Online - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Chalil Staquf (Gus Yahya) menyebutkan, bahwa pertemuan lima Nahdliyin dengan Presiden Israel Isaac Herzog, sebagai usaha yang gagal dan tak hasilkan apa-apa.

Menurutnya, kunjungan itu adalah inisiatif pribadi yang gagal, apalagi dialog yang dilakukan tidak ada yang substansial untuk membantu rakyat Palestina.

Saat konferensi pers di lantai 1 Gedung PBNU, Kramat Raya Jakarta, Selasa siang Yahya mengakui bahwa kejadian itu adalah buah dari ketidaktahuan keadaan situasi politik di Israel-Palestina, sehingga kelima Nahdliyin dapat berkunjung kesana. 

Gus Yahya juga menganggap kelima Nahdlyin itu 'belum cukup umur' sehingga keberangkatan mereka ke sana tidak menghasilkan apa-apa. 

Sementara sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo, sebelum berangkat ke Uni Emirat Arab dari Lanud Halim Perdanakusuma, juga telah merespons lima Nahdliyin yang berkunjung ke Israel bertemu Presiden Isaac Hezrog.

Presiden Jokowi juga menyerukan pembelaannya terhadap rakyat Palestina atas agresi Israel yang dilakukan sejak Oktober 2023 lalu.  Menurut Jokowi, keberpihakan kepada Palestina itu merupakan bagian dari amanah UUD 1945.  Indonesia akan selalu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 

Diketahui, kunjungan lima Nahdliyin itu menuai banyak kecaman, dan keberangkatan mereka menemui Isaac Hezrog adalah atas inisiatif pribadi tanpa izin dari organisasi NU. (NU Online)