Beijing, Radio Bharata Online - Seorang pejabat Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok (NDRC) mengatakan pada hari Jum'at (15/12) bahwa kerja sama antara Tiongkok dan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia (America and the Caribbean/LAC) di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI) telah menunjukkan momentum pembangunan yang kuat.
Pada sebuah konferensi pers di Beijing, Xu Jianping, Direktur Departemen Pembukaan Regional NDRC, mengatakan bahwa 22 dari 26 negara di Amerika Latin dan Karibia yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok telah bergabung dengan BRI.
Menurut Xu, Tiongkok dan negara-negara Amerika Latin dan Karibia telah membuat kemajuan yang berkelanjutan dalam mempromosikan konektivitas melalui darat, laut, udara, dan dunia maya. Beberapa proyek penting, seperti Jalan Raya Utara-Selatan Jamaika dan Pelabuhan Chancay di Peru, telah selesai dibangun.
Pada saat yang sama, Xu mengungkapkan bawa perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara LAC telah berkembang pesat. Perdagangan barang meningkat dari 261,39 miliar dolar AS (sekitar 4.059 triliun rupiah) pada tahun 2013 menjadi 485,79 miliar dolar AS (sekitar 7.543 triliun rupiah) pada tahun 2022, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 7,1 persen.
Tiongkok telah menjadi mitra dagang utama bagi lebih dari 10 negara Amerika Latin dan Karibia. Pada akhir tahun 2022, investasi langsung Tiongkok di negara-negara Amerika Latin dan Karibia mencapai 596,15 miliar dolar AS (sekitar 9.257 triliun rupiah). Sebanyak tujuh negara Amerika Latin dan Karibia, yaitu Brasil, Peru, Venezuela, Chili, Bolivia, Argentina, dan Ekuador, telah bergabung dengan Asian Infrastructure Investment Bank.
"Baru-baru ini, saya memimpin delegasi untuk mengunjungi tiga negara Amerika Latin dan Karibia, yaitu Kuba, Chili, dan Peru, di mana kami melakukan pertukaran yang luas dan mendalam tentang pendalaman kerja sama di bawah BRI. Kami berhasil mencapai konsensus untuk menandatangani dan mengimplementasikan perjanjian kerja sama yang relevan. Melalui kunjungan ini, kami sangat merasakan pentingnya dan antisipasi yang tinggi dari negara-negara Amerika Latin dan Karibia untuk memperdalam kerja sama di bawah BRI," ungkapnya.
"Tiongkok dan negara-negara Amerika Latin dan Karibia memiliki saling melengkapi yang kuat dalam hal sumber daya alam dan struktur ekonomi, serta prospek yang luas dan potensi yang sangat besar untuk bekerja sama. Pada langkah selanjutnya, kami akan bekerja sama dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia untuk terus memperdalam dan memperkuat kerja sama Tiongkok-Amerika Latin di bawah BRI," lanjutnya.