Zhejiang, Bharata Online - Konferensi Internet Dunia (World Internet Conference/WIC) 2026 – KTT Wuzhen resmi dibuka pada hari Selasa (3/11) di Wuzhen, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, dengan kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka (open-source) sebagai agenda utamanya.
Mengusung tema mengenai sumber terbuka, inklusivitas, kontribusi bersama, dan manfaat bersama dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama di ruang siber, KTT ini mempertemukan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, perusahaan, serta akademisi dari seluruh dunia untuk mendiskusikan inovasi, pengembangan, tata kelola keamanan, pertukaran budaya, dan kerja sama internasional.
Selain upacara pembukaan, forum utama akan menggelar dialog bertema AI yang menghadirkan para pimpinan perusahaan sains dan teknologi terkemuka, pengembang model besar (large models) sumber terbuka, serta ilmuwan AI untuk membahas pembangunan ekosistem AI sumber terbuka berskala global.
KTT ini juga mencakup 27 subforum yang membahas kerja sama ruang siber dalam kerangka Inisiatif Tata Kelola Global (Global Governance Initiative), teori dan kebijakan di era digital dan cerdas, serta robotika dan AI yang terwujud dalam bentuk fisik (embodied AI).
Wang Jian, seorang akademisi dari Akademi Teknik Tiongkok (Chinese Academy of Engineering), menyatakan bahwa KTT ini sangat penting bagi pengembangan AI, baik di Tiongkok maupun di dunia.
"Saya yakin WIC akan memainkan peran penting dalam pengembangan AI di Tiongkok, seperti yang telah dilakukan sebelumnya, bahkan dengan cakupan yang lebih luas. Mengapa? Karena upaya menuju sumber terbuka dan keterbukaan merupakan langkah global. Saya rasa KTT Wuzhen akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan kontribusi bersejarah bagi pengembangan AI global, mewakili Tiongkok," ujar Wang.
Penghargaan WIC untuk Sains dan Teknologi Perintis (WIC Awards for Pioneering Science and Technology) telah diserahkan pada hari Senin (2/11) dengan partisipasi internasional yang kuat. Sebanyak 20 proyek menerima penghargaan, yang dipilih dari lebih dari 430 usulan yang berasal dari 43 negara dan wilayah, dengan 18 di antaranya merupakan peserta baru. Jumlah usulan dari luar negeri meningkat 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, seleksi untuk praktik-praktik unggul dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama di ruang siber menerima 360 usulan dari 80 negara dan wilayah, termasuk 22 negara/wilayah yang berpartisipasi untuk pertama kalinya, dengan 11 praktik yang akhirnya terpilih. John Hoffman, Ketua Eksekutif sekaligus Direktur Global System for Mobile Communications Association, menggambarkan pertemuan puncak tersebut sebagai wadah untuk berbagi informasi dan mendiskusikan cara membangun internet global yang terbuka dan dapat diakses bersama.
"Menurut saya, salah satu aspek penting dari Pertemuan Puncak Wuzhen (Wuzhen Summit) adalah kesempatan untuk menyebarkan informasi, mengumpulkan wawasan, serta membahas berbagai isu yang mengarah pada terwujudnya internet global yang terbuka dan dapat diakses bersama. Saya rasa ini merupakan salah satu tema utama dalam acara tahun ini. Selain itu, secara historis, semangat yang diusung adalah untuk memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal, serta menciptakan peluang bagi masyarakat di seluruh dunia hingga masa depan," ujarnya.
Pertemuan puncak ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014, dan pada tahun 2022, WIC resmi menjadi organisasi internasional yang berkantor pusat di Beijing.