Beijing, Bharata Online - Stasiun Kereta Api Beijing Fengtai telah mengintegrasikan saluran siaga layanan publik 12345 ke dalam operasional sehari-harinya, merespons pertanyaan penumpang dalam hitungan menit melalui koordinasi di lokasi dan layanan bantuan.

Saluran siaga 12345 merupakan platform layanan pemerintah terpadu di Beijing yang memungkinkan warga melaporkan masalah, menyampaikan keluhan, dan mencari informasi mengenai layanan publik, mulai dari utilitas dan transportasi hingga layanan kesehatan dan perumahan.

Li Xuerong, 62 tahun, telah menjadi sukarelawan di stasiun kereta api tersebut sebanyak tiga hingga empat kali seminggu sejak pensiun.

"Saya Li Xuerong, sukarelawan dari kelompok 'Sahabat Terbaik Wisatawan' (Traveler's Best Friend). Saya telah bertugas di sini sejak Stasiun Fengtai dibuka pada Juni 2022, sudah lebih dari empat tahun. Kami memberikan petunjuk arah, konsultasi, dan bantuan penuh perhatian bagi penumpang yang membutuhkan," ujar Li.

Li bahkan belajar bahasa Inggris secara mandiri agar dapat membantu wisatawan mancanegara dengan lebih baik. Seorang penumpang lanjut usia mengatakan bahwa bantuan datang tepat saat ia membutuhkannya.

"Layanannya luar biasa. Sangat memudahkan," kata penumpang tersebut.

Selain bantuan langsung di tempat, saluran siaga ini menjadi penghubung yang vital. Ketika seorang wisatawan menelepon 12345, laporan tersebut diteruskan ke Komite Manajemen Area Stasiun Utama, lalu ke Kantor Manajemen Area Stasiun Kereta Api Beijing Fengtai, dan sukarelawan terdekat akan segera dikerahkan.

"Biasanya, kami tiba di lokasi dalam waktu lima menit. Dalam keadaan darurat, bahkan lebih cepat lagi. Kami telah membangun mekanisme layanan jaringan '1+N', yang menghubungkan pihak kepolisian, pengelola kereta api, metro, dan lebih dari 10 operator stasiun untuk bekerja sama," kata Ling Chengcheng, Kepala Bagian di Kantor Manajemen Area Stasiun Kereta Api Beijing Fengtai.

Li memandang kegiatan sukarelawannya sebagai interaksi yang memperkaya diri, menjaganya tetap aktif secara mental, terhubung dengan orang lain, dan benar-benar menyatu dengan masyarakat.

"Saya belajar banyak hal. Saat membantu wisatawan, saya juga belajar cara bernavigasi dengan lebih baik. Saya berharap keluarga saya pun akan bertemu dengan sukarelawan yang baik hati saat mereka bepergian," ujar Li.

Mulai dari panggilan telepon hingga uluran tangan bantuan, stasiun kereta api ini menjembatani tahap akhir layanan bantuan bagi wisatawan, mengubah layanan publik menjadi sebuah janji yang ditepati.