KUALA LUMPUR, Radio Bharata Online - Mantan duta besar Malaysia untuk Tiongkok, Dato Abdul Majid berharap, Tiongkok dapat memupuk lebih banyak bakat bagi Malaysia, melalui kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) yang berkualitas tinggi, untuk lebih mempromosikan hubungan Malaysia-Tiongkok dalam 50 tahun ke depan.
Dato Abdul Majid mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Global Times di Kuala Lumpur.
Majid menekankan bahwa Malaysia adalah salah satu negara paling awal yang mendukung BRI, dan banyak perdana menteri Malaysia sangat mendukung dalam tiga KTT BRI terakhir yang diadakan di Beijing.
Di mata Majid yang bertugas di Tiongkok selama 12 tahun, Tiongkok sangat kuat dalam industrialisasi, dan banyak negara mengharapkan pelatihan kejuruan melalui kerja sama dengan Tiongkok.
Menurut Majid, Malaysia membutuhkan banyak pelatihan untuk orang-orang berbakat di tingkat sub-profesional. Menurutnya, Tiongkok dapat menawarkan apa yang dibutuhkan Malaysia, serta bisa menjadi bagian dari BRI.
Diplomat veteran itu mengatakan, bahwa pada tahap awal, ada beberapa kebingungan di antara warga lokal Malaysia, karena sebagian besar tanah yang digunakan oleh perusahaan Tiongkok menimbulkan kekhawatiran. Tetapi mereka telah belajar bahwa Tiongkok tidak hanya meningkatkan pasar domestik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, sehingga orang-orang mulai melupakan kesalahpahaman awal mereka tentang Tiongkok. Juga, masyarakat setempat menyadari bahwa mereka tidak sepenuhnya memanfaatkan sumber daya lokal, tenaga kerja, dan bahan baku.
Mantan duta besar mencatat bahwa semua pabrik Tiongkok yang datang ke Malaysia, telah meningkatkan operasinya, membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. (Global Times)