BHARATA ONLINE - Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan setelah tawaran final dari pihak AS ditolak oleh Iran.
Wakil Presiden AS J D Vance mengatakan, "Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,".
Ia menyebut Amerika Serikat telah menunjukkan fleksibilitas dalam proses perundingan. Vance menegaskan bahwa garis merah serta ruang kompromi telah dijelaskan secara jelas kepada pihak Iran. Ia mengatakan, "Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,".
Amerika Serikat berharap Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang.
Vance menyampaikan, "Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihatnya. Kami berharap akan melihatnya,".
Ia menegaskan tawaran yang diajukan merupakan usulan final dan terbaik dari pihak AS.
Vance mengatakan, "Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,".
Ia menambahkan, "Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi, dan kami telah menyampaikannya sejelas mungkin, namun mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,".
Kebuntuan ini menunjukkan perbedaan mendasar antara kedua negara yang masih menghambat tercapainya kesepakatan diplomatik.[CCTV+]