Beijing, Bharata Online - Pada hari Selasa (27/10), Tiongkok mendesak Uni Eropa untuk menghormati prinsip-prinsip pasar dan persaingan yang adil, serta menahan diri dari penyalahgunaan langkah-langkah perbaikan perdagangan (trade remedies), menyusul laporan bahwa Uni Eropa tengah mempertimbangkan langkah-langkah baru untuk membatasi impor produk-produk asal Tiongkok.

Dalam konferensi pers rutin di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyatakan bahwa hubungan Tiongkok dengan Uni Eropa pada dasarnya merupakan sebuah kemitraan, dan hubungan ekonomi serta perdagangan di antara keduanya bersifat saling menguntungkan.

"Bagi Tiongkok, hubungan dengan Uni Eropa pada dasarnya adalah sebuah kemitraan, dan hubungan ekonomi serta perdagangan yang terjalin bersifat saling menguntungkan. Keberhasilan pertemuan kedua Konsultasi Perdagangan dan Investasi Tiongkok-Uni Eropa baru-baru ini membuktikan sepenuhnya bahwa kedua belah pihak mampu menangani perbedaan di bidang ekonomi dan perdagangan secara tepat melalui dialog dan konsultasi. Meningkatkan dialog dan konsultasi serta memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan atas dasar saling menghormati merupakan kepentingan kedua belah pihak, sekaligus menjadi harapan bersama dari komunitas bisnis dan masyarakat di kedua pihak. Diharapkan Uni Eropa akan mematuhi prinsip-prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil, menghindari penyalahgunaan langkah-langkah perbaikan perdagangan, serta mengambil tindakan nyata untuk mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Uni Eropa yang stabil dan sehat," ujar Guo.