Zhangjiajie, Bharata Online - Pasar pariwisata domestik Tiongkok mencatatkan pertumbuhan yang kuat, baik dari segi jumlah perjalanan maupun pengeluaran wisata, selama periode Januari hingga September tahun ini, demikian disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Ministry of Culture and Tourism/MCT) Tiongkok pada hari Senin (26/10).

Data dari survei terhadap wisatawan domestik yang dilakukan oleh kementerian tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 5,3 miliar perjalanan domestik telah dilakukan selama sembilan bulan pertama tahun 2026, meningkat 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penduduk perkotaan menyumbang lebih dari 4 miliar perjalanan, meningkat 6,6 persen dari tahun sebelumnya, sementara penduduk perdesaan melakukan 1,27 miliar perjalanan, yang mencerminkan kenaikan sebesar 5,1 persen.

Pengeluaran untuk pariwisata domestik tumbuh 2,2 persen secara tahunan menjadi 4,95 triliun yuan (sekitar 13.476 triliun rupiah) selama sembilan bulan tersebut. Dari jumlah total itu, penduduk perkotaan menghabiskan 4,14 triliun yuan (sekitar 11.270 triliun rupiah, naik 2,2 persen, sedangkan penduduk perdesaan menghabiskan 810 miliar yuan (sekitar 2.205 triliun rupiah), naik 2,1 persen.

Menurut rencana pengembangan pariwisata lima tahun untuk periode 2026–2030 yang dirilis oleh MCT pada bulan Juli 2026, Tiongkok menargetkan pencapaian 8,3 miliar perjalanan domestik dan total pengeluaran wisata domestik sebesar 7,7 triliun yuan (sekitar 21 ribu triliun rupiah) sepanjang tahun 2030.

Pada tahun 2025, negara tersebut mencatat lebih dari 6,5 miliar perjalanan domestik dengan pengeluaran pariwisata mencapai 6,3 triliun yuan (sekitar 17.153 triliun rupiah). Kedua angka tersebut mencatatkan rekor baru.