Beijing, Bharata Online - Data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok pada hari Selasa (27/10) menunjukkan bahwa laba perusahaan industri di Tiongkok yang berskala di atas ambang batas tertentu meningkat 15,5 persen secara tahunan selama sembilan bulan pertama tahun 2026.
Menurut data tersebut, perusahaan-perusahaan industri yang memiliki pendapatan bisnis utama tahunan setidaknya 20 juta yuan (sekitar 54,45 miliar rupiah) mencatatkan total laba sebesar 6,03 triliun yuan (sekitar 16.418 triliun rupiah) selama periode ini.
Industri elektronik menjadi pendorong utama pertumbuhan laba sektor industri. Dalam tiga kuartal pertama, laba industri ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menyumbang 9,6 poin persentase terhadap total pertumbuhan laba dan memberikan dukungan kuat bagi ekspansi industri secara keseluruhan.
Di antara subsektor yang ada, permintaan yang kuat untuk daya komputasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi memori canggih telah meningkatkan profitabilitas. Laba produsen material khusus untuk sektor elektronik melonjak 220 persen, sementara laba produsen perangkat semikonduktor diskret meningkat 51,7 persen secara tahunan.
Sementara itu, sektor manufaktur berteknologi tinggi terus mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan sektor industri secara luas, dengan pertumbuhan laba mencapai 52 persen secara tahunan.
Pertumbuhan yang sangat kuat terlihat pada industri yang berkaitan dengan infrastruktur komputasi dan pembangunan pusat data, seperti manufaktur serat optik, kabel optik, dan peralatan computer, dengan laba masing-masing sektor tersebut meningkat sebesar 5,7 kali lipat dan 1,1 kali lipat.
Laba di sektor manufaktur perangkat periferal komputer dan manufaktur komputer masing-masing meningkat 2,8 kali lipat dan 1,7 kali lipat.
Sektor manufaktur bahan baku juga mempertahankan momentum yang kuat, dengan kenaikan laba sebesar 44,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Seiring dengan percepatan transformasi dan peningkatan kualitas, struktur industri Tiongkok menjadi lebih maju dan berkualitas lebih tinggi. Manufaktur berteknologi tinggi serta industri-industri baru kini mencakup porsi yang semakin besar dalam perekonomian, sementara terobosan-terobosan terus dicapai dalam segmen-segmen bernilai tambah lebih tinggi dalam rantai nilai industri. Pencapaian ini turut mendorong kinerja industri yang lebih kuat serta efisiensi yang lebih besar," ujar Xu Jianwei, Direktur Kantor Industri di bawah Institut Ekonomi Industri dan Teknologi, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) Tiongkok.