Tibet, Bharata Online - Setelah penduduk yang terdampak gempa di Daerah Otonom Tibet, Tiongkok Barat Daya, kini menempati hunian sementara, tim pendukung hadir untuk membantu mereka menghadapi kehilangan orang-orang tercinta. Hal ini khususnya terjadi di Desa Kedua, Kecamatan Maru, salah satu wilayah yang paling parah terdampak di dekat pusat gempa.
Gempa melanda Tibet Kamis (22/10) lalu, menewaskan 16 orang dan melukai 76 lainnya. Menurut otoritas setempat, lebih dari 12.000 penduduk dievakuasi pascabencana tersebut, sementara 339 rumah dan 20 kandang ternak mengalami kerusakan atau kehancuran.
Khyungpo Tenpa merupakan salah satu anggota tim dukungan mental yang dikirim ke Kecamatan Maru. Ia tiba sehari setelah gempa untuk menghibur warga dan melakukan kunjungan rutin ke rumah-rumah penduduk yang terdampak.
"Ini rumah mereka. Keduanya runtuh. Anak-anak mereka terkubur di bawah reruntuhan," ujar Khyungpo Tenpa.
Duka yang dirasakan bisa sangat mendalam.
"Tujuan kedatangan saya ke sini, di saat Anda sedang merasakan kesedihan dan penderitaan yang teramat dalam, adalah untuk memberikan dukungan emosional dan penghiburan, dengan memanfaatkan kapasitas saya sebagai penyuluh di daerah otonom ini," kata Tenpa.
Keluarga tersebut memilih untuk tetap tinggal di tenda-tenda dekat rumah mereka yang hancur guna meratapi kehilangan yang dialami, sekaligus tetap bisa menggembalakan yak mereka.
Pada hari Senin (26/10), sebagian warga desa pindah ke rumah prefabrikasi yang disiapkan sebagai hunian sementara.
Di dalam rumah prefabrikasi tersebut, telah tersedia selimut tebal dan tempat tidur sementara. Karena lokasi hunian ini berada di ketinggian sekitar 4.400 meter, cuaca bisa menjadi sangat dingin pada malam hari dengan suhu yang dapat turun hingga di bawah titik beku. Oleh karena itu, disediakan selimut tebal agar mereka tetap bisa beristirahat dengan nyaman di malam hari.
Selain itu, tersedia pula fasilitas penjernihan air bertenaga surya.
"Awalnya ada kunci di sini. Setelah warga membukanya, mereka bisa mengakses titik air dan mengisi ember mereka. Kami juga secara khusus merancang platform penampungan air bagi penduduk lokal Tibet. Karena mereka sering membawa air menggunakan wadah tradisional di punggung, platform ini memungkinkan mereka untuk meletakkan wadah tersebut tanpa harus terlalu banyak membungkuk," ujar Liu Ke, Pekerja di Zhongshui Jingtong Xizang Plateau Water Supply Technology Development Co., Ltd.
Fasilitas ini menyediakan air bersih bagi penduduk, sementara pasokan air sumur yang terpisah disediakan untuk hewan ternak. Di komunitas penggembala ini, dengan yak merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari, menjaga mata pencaharian berarti merawat penduduk sekaligus hewan ternak mereka.
Seiring penduduk beradaptasi dengan kehidupan pascagempa, langkah-langkah praktis ini membantu memulihkan rasa aman, sedikit demi sedikit, dari hari ke hari.