Nagqu, Bharata Online - Sekelompok penduduk desa yang mengungsi di Kecamatan Maru, Kabupaten Baqen, pusat gempa berkekuatan magnitudo 7,0 yang melanda Daerah Otonom Tibet di Tiongkok Barat Daya pada Kamis (22/10) lalu, telah berpindah dari tenda ke rumah prefabrikasi pada hari Senin (26/10).
Gempa tersebut mengguncang Tibet pada Kamis (22/10) lalu, menewaskan 16 orang dan melukai 76 lainnya. Menurut otoritas setempat, pascabencana tersebut, lebih dari 12.000 penduduk dievakuasi, sementara 339 rumah dan 20 kandang ternak mengalami kerusakan atau hancur.
Baqen terletak di ketinggian hampir 4.800 meter, sehingga upaya untuk bertahan melewati musim dingin yang membeku menjadi perhatian utama bagi para penduduk yang mengungsi. Tim konstruksi dan teknisi listrik pun bekerja sepanjang waktu untuk membangun hunian sementara yang lebih kokoh dan hangat.
Kelompok pertama yang terdiri dari 60 rumah prefabrikasi telah rampung dibangun pada hari Minggu (25/10). Selain dilengkapi dengan tempat tidur, selimut, dan persediaan makanan, rumah-rumah prefabrikasi ini juga dilengkapi dengan tungku pemanas agar para penghuninya tetap hangat.
"Berkat tungku ini, ruangan menjadi sangat hangat, sehingga lebih nyaman bagi anak-anak dan para lansia," ujar Tsering Dorji, seorang penduduk desa yang mengungsi.
Seluruh unit hunian tersebut juga telah terhubung dengan aliran listrik dan jaringan internet. Tim penyelamat, dengan dibantu oleh sukarelawan dari berbagai penjuru Tiongkok, juga turut bertanggung jawab dalam menyiapkan makanan bagi penduduk desa yang mengungsi.