Brasil, Radio Bharata Online - Presiden Asosiasi Produsen Jagung dan Sorgum Brasil telah menyoroti manfaat penting kerja sama pertanian Brasil dengan Tiongkok, yang menggambarkannya sebagai kerja sama yang saling menguntungkan.

Pada paruh pertama tahun 2024, Brasil mengekspor produk pertanian senilai hampir 30 miliar dolar AS (sekitar 476 triliun rupiah) ke Tiongkok, yang menggarisbawahi kekuatan hubungan perdagangan antara kedua negara.

"Tahun ini menandai 50 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Brasil. Kami melihat pertukaran produk dan layanan ini sebagai buah dari hubungan kedua negara yang semakin erat. Saat ini, seperempat dari impor pertanian Tiongkok berasal dari Brasil. Warga Brasil yang bekerja di industri pertanian melihat ini sebagai manfaat besar dari kerja sama bilateral. Kami perlu menjual kelebihan produksi kami, sementara kami perlu membeli bahan baku untuk pertanian kami. Jadi, ini saling menguntungkan bagi hubungan perdagangan antara Tiongkok dan Brasil," kata Paulo Bertolini, Presiden Asosiasi Produsen Jagung dan Sorgum Brasil.

Karena KTT G20 tahun ini berlangsung di Brasil, para ahli mengamati dengan saksama potensi kerja sama yang lebih erat antara kedua negara.

KTT G20 ke-19 dijadwalkan pada 18 hingga 19 November 2024 di Rio de Janeiro, dengan tema "Membangun Dunia yang Adil dan Planet yang Berkelanjutan".

Dibentuk pada tahun 1999, G20 merupakan forum utama untuk kerja sama internasional dalam isu-isu keuangan dan ekonomi. G20 terdiri dari Uni Eropa, Uni Afrika, dan 19 negara, termasuk Tiongkok dan Brasil.