Beijing, Radio Bharata Online - Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan kesiapannya pada hari Kamis (11/1) untuk berkolaborasi dengan rekan-rekannya di Maladewa untuk mengimplementasikan kesepakatan yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara.

Kesepakatan tersebut berfokus pada peningkatan investasi dalam pembangunan hijau, ekonomi digital dan ekonomi biru, serta meningkatkan tingkat kerja sama ekonomi dan perdagangan. Hubungan antara Tiongkok dan Maladewa baru-baru ini ditingkatkan menjadi kemitraan strategis yang komprehensif pada tanggal 10 Januari 2023, dengan kedua negara menandatangani beberapa perjanjian bilateral.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Shu Jueting, menyoroti kemajuan dalam hubungan bilateral saat berbicara dalam sebuah konferensi pers di Beijing.

"Hubungan perdagangan antara Tiongkok dan Maladewa telah mengalami kemajuan yang signifikan, menghasilkan keuntungan yang bermanfaat dalam kerja sama Sabuk dan Jalan serta kerja sama pragmatis di berbagai sektor. Dari Januari hingga November 2023, perdagangan bilateral mendekati hampir 700 juta dolar AS, menandai pertumbuhan substansial dari tahun ke tahun sebesar 75,2 persen. Kerja sama ini, yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan perlakuan yang setara, meluas ke mata pencaharian dan proyek-proyek infrastruktur, menarik semakin banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi dan memulai bisnis di Maladewa," ujarnya.