Tiongkok, Bharata Online - Tiongkok berencana menginvestasikan lebih dari 5 triliun yuan (sekitar 13.339 triliun rupiah) untuk membangun jenis jaringan listrik baru selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), dengan meluncurkan peningkatan menyeluruh pada jaringan listriknya guna mengantisipasi lonjakan permintaan listrik dan tantangan transisi energi.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan total konsumsi daya, permintaan listrik Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar lima persen selama periode Rencana Lima Tahun ke-15, sebuah cetak biru utama yang memetakan prioritas pembangunan sosial-ekonomi negara tersebut hingga akhir dekade ini dan seterusnya.

Selain peningkatan volume yang masif, struktur penggunaan listrik juga mengalami perubahan mendasar. Dengan melonjaknya kapasitas terpasang energi baru dari tahun ke tahun, jaringan listrik harus segera meningkatkan kemampuannya dalam mengintegrasikan, mengalokasikan, dan mengatur energi ramah lingkungan guna mencegah pemborosan sumber daya.

Lebih jauh lagi, pesatnya perkembangan industri berteknologi tinggi, seperti manufaktur cip dan pemesinan presisi, menuntut kualitas pasokan listrik yang jauh lebih tinggi dalam kondisi baru ini.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, inti dari pembangunan jaringan listrik baru ini terletak pada peningkatan menyeluruh terhadap arsitektur, teknologi, dan layanannya.

Secara struktural, jaringan ini akan membentuk tata letak baru yang berbasis pada jaringan utama dan jaringan distribusi, serta dilengkapi dengan microgrid pintar. Dari sisi teknologi, penerapan solusi mutakhir seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), teknologi pembentuk jaringan yang fleksibel (flexible grid-forming), dan penyimpanan energi berdurasi panjang akan menjadikan jaringan tersebut lebih tangkas dan cerdas.

Dari sisi layanan, jaringan ini akan sepenuhnya beradaptasi dengan model bisnis baru yang sedang berkembang, seperti sinergi daya komputasi dan koneksi langsung energi ramah lingkungan.