Beijing, Bharata Online - Para pembicara dalam Forum Talenta Tiongkok-Eropa 2026 menyerukan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, perusahaan, dan institusi pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja global menghadapi perubahan yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Diselenggarakan bersama oleh Biro Sumber Daya Manusia Kota Beijing dan Adecco Group yang berbasis di Zurich pada hari Senin (21/9) di Beijing, forum ini mempertemukan lebih dari 200 perwakilan dari instansi pemerintah Tiongkok dan Eropa, organisasi internasional, perusahaan multinasional, universitas bergengsi, lembaga penelitian, serta lembaga pemikir (think tank) terkemuka.
Acara ini menghadirkan enam subforum tematik yang berfokus pada pemuda, pendidikan, sains dan teknologi, budaya, industri masa depan, dan peradaban ekologis.
Di tengah transformasi pasar tenaga kerja global akibat kecerdasan buatan, Jean-Christophe Deslarzes, Ketua Adecco Group, menekankan tanggung jawab bersama dari berbagai pemangku kepentingan.
"AI mengubah cara kerja saat ini, dan masa depan dunia kerja, secara signifikan. Saya yakin ada tanggung jawab utama bagi perusahaan, pemerintah, dan institusi pendidikan untuk bekerja sama dalam mempersiapkan manusia menghadapi masa depan tersebut. Forum yang dimulai sejak 2018 ini benar-benar berfokus pada kolaborasi antara Tiongkok dan Eropa terkait pengembangan talenta. Penting bagi kita untuk menemukan solusi—seperti yang saya katakan tadi, untuk membekali masyarakat kita dengan keterampilan baru (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) agar siap menghadapi masa depan dunia kerja. Tahun lalu di Madrid, tahun ini di Beijing, tahun depan di Berlin. Ambisi kami adalah terus melibatkan kota-kota Eropa lainnya, serta memastikan bahwa hubungan antara Tiongkok dan Eropa benar-benar nyata," ujar Deslarzes.
Senada dengan pandangan tersebut, Stephen Jackson, Koordinator Residen PBB di Tiongkok, menggarisbawahi perlunya kerja sama talenta global serta dialog yang lebih erat antara Tiongkok dan Eropa.
"Intinya, kita membutuhkan kerja sama internasional terkait talenta, agar talenta dapat berkembang, sejahtera, dan memberikan manfaat bagi kita semua. Sangatlah penting bagi dua wilayah besar dunia ini, Eropa dan Tiongkok, untuk menjalin dialog, dan topik apa yang lebih baik untuk didiskusikan selain talenta? Kedua wilayah ini memiliki universitas-universitas terbaik dunia, perusahaan-perusahaan terkemuka dunia, serta memiliki banyak pengalaman serupa dan banyak hal untuk dipelajari satu sama lain," kata Jackson.
Dalam forum tersebut, Beijing Institute of Talent Development Strategy, bekerja sama dengan penerbit akademik internasional Springer Nature, meluncurkan Global City Talent Retention Index 2026. Laporan yang mencakup 130 kota di seluruh dunia ini menempatkan Beijing di peringkat ke-5 berkat momentum inovasinya yang kuat; ini menandai tahun ketujuh berturut-turut ibu kota Tiongkok tersebut masuk dalam jajaran 10 besar dunia.
Forum Talenta Tiongkok-Eropa 2026 juga menjadi ajang peluncuran aliansi think tank talenta Tiongkok-Eropa serta Program SPARK bagi Inovator Muda Global, sebuah inisiatif yang menghubungkan para inovator muda dari seluruh dunia dengan ekosistem teknologi dan startup di Beijing.
Sejak diluncurkan pada tahun 2018, forum ini telah diselenggarakan sebanyak tujuh kali dan menjadi wadah utama bagi pertukaran talenta serta kerja sama praktis antara Tiongkok dan Eropa.