Shanghai, Bharata Online - Robot humanoid cerdas pertama dari Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC) mulai bekerja di jalur produksi massal baterai pada hari Jumat (27/3) lalu, menandai salah satu aplikasi praktis pertama di industri otomotif Tiongkok dan mengantarkan era transformasi baru dalam manufaktur otomotif.

SAIC mengatakan robot humanoid yang digunakan tersebut berharga sekitar 400.000 yuan (sekitar 983 juta rupiah) dan diproduksi oleh Zhiyuan Robotics, salah satu pengembang robot humanoid terkemuka di Shanghai.

Menurut para ahli, dibandingkan dengan robot industri, robot humanoid menawarkan berbagai aplikasi yang lebih luas dan fleksibilitas yang lebih besar.

Badan robot humanoid dapat bergerak naik dan turun, memungkinkannya untuk menjangkau objek baik di atas maupun di bawah. Seperti manusia, ia juga dapat membungkuk ke depan untuk melakukan gerakan kompleks.

Dilengkapi dengan dua kamera presisi tinggi sebagai "matanya", saat ini ia mencapai akurasi genggaman sekitar 0,1 milimeter. Kombinasi fitur-fitur ini memungkinkan robot humanoid untuk bekerja secara efektif di lingkungan industri dunia nyata.

"Mengenai persyaratan penempatan untuk material yang masuk dan sifat acak dari material tersebut, robot ini dapat beradaptasi secara fleksibel dan cerdas terhadap kebutuhan spesifik yang relevan," ujar Zhang Yunfei, Direktur Manufaktur Cerdas dan Rekayasa Peralatan di SAIC-General Motors (GM).

Menurut SAIC, robot humanoid itu juga multifungsi. Dengan melengkapinya dengan lengan robot baru dan memberikan pelatihan berbasis data, robot ini dapat dengan cepat beradaptasi dengan proses produksi baru.

Pada akhir tahun 2025, Tiongkok memiliki lebih dari 140 produsen robot humanoid, dengan 330 produk yang telah dirilis. Industri ini telah bergerak melampaui demonstrasi laboratorium dan pameran teknologi untuk fokus pada rekayasa dan aplikasi dunia nyata.