WENCHANG, Bharata Online - Pesawat ruang angkasa kargo Tianzhou-10, berhasil diluncurkan dari Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di provinsi pulau Hainan, Tiongkok selatan, pada hari Senin.

Dalam misi pengiriman ulang tersebut terdapat 41 eksperimen ilmiah, dan total 67 peralatan, termasuk muatan eksperimental, unit, sampel, dan bahan habis pakai.

Setelah dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Tiongkok (CSS), material ini akan dipindahkan, dan dipasang untuk mendukung penelitian mutakhir dalam ilmu hayati luar angkasa, ilmu fisika mikrogravitasi, teknologi aplikasi luar angkasa, dan astronomi luar angkasa.

Sorotan utama dari misi ini adalah pembentukan rantai penelitian pengembangan embrio luar angkasa yang komprehensif, yang mencakup dari vertebrata tingkat rendah, hingga mamalia tingkat tinggi. 

Seiring dengan fokus umat manusia pada misi luar angkasa jangka panjang dan migrasi antarplanet, pemahaman tentang reproduksi dan perkembangan di luar angkasa telah menjadi tantangan yang sangat penting.

Muatan Tianzhou-10, mencakup lima eksperimen ilmu hayati inti, yang dirancang untuk menguraikan bagaimana lingkungan luar angkasa memengaruhi perkembangan embrio awal. 

Selain itu Tianzhou-10 juga membawa sampel sel surya silikon monokristalin fleksibel baru. Para peneliti Tiongkok menghabiskan tiga tahun untuk mengembangkannya. Sel ini sangat tipis, ringan, dan dapat digulung. Beratnya kurang dari 1 kilogram per meter persegi.

Sel-sel tersebut akan ditempatkan di bagian luar stasiun luar angkasa. Di sana, mereka akan menghadapi kondisi luar angkasa yang ekstrem, termasuk radiasi partikel, sinar ultraviolet, dan oksigen atom. Teknologi baru ini jauh lebih murah daripada teknologi tradisional. Harganya hanya sepersepuluh dari harga baterai galium arsenide, yang biasanya digunakan di luar angkasa. 

Hal ini dapat sangat mengurangi biaya peluncuran. Teknologi ini juga akan membantu memperluas jaringan internet satelit komersial, dan daya komputasi berbasis ruang angkasa. (Sumber: CGTN)