Beijing, Radio Bharata Online - Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan pada hari Kamis (11/1) bahwa perdagangan bilateral antara Tiongkok dan Maladewa mencapai hampir 700 juta dolar AS (sekitar 10,8 triliun rupiah) dalam 11 bulan pertama tahun 2023, naik 75,2 persen dari tahun ke tahun.
Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Shu Jueting, dalam sebuah konferensi pers mengatakan bahwa atas dasar saling menghormati dan perlakuan yang sama, Tiongkok dan Maladewa telah melakukan kerja sama dalam proyek-proyek yang melibatkan mata pencaharian masyarakat dan infrastruktur, dengan lebih banyak perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Maladewa.
Shu mengatakan Tiongkok telah memberikan bantuan dalam kapasitasnya kepada Maladewa untuk pembangunan ekonomi dan sosial, dan mencatat banyak proyek termasuk Jembatan Persahabatan Tiongkok-Maladewa serta renovasi dan perluasan bandara yang secara signifikan menguntungkan masyarakat setempat.
Ia pun menambahkan bahwa Maladewa telah menjadi tujuan wisata yang populer di kalangan masyarakat Tiongkok.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Republik Maladewa, Mohamed Muizzu, di Beijing pada hari Rabu (10/1). Kedua kepala negara mengumumkan peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif.
Setelah pembicaraan mereka, kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan rencana aksi untuk membangun kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif Tiongkok-Maladewa, serta dokumen kerja sama dalam pembangunan Sabuk dan Jalan, manajemen bencana, ekonomi dan teknologi, infrastruktur, mata pencaharian masyarakat, pembangunan hijau, dan ekonomi biru dan digital.
"Pada langkah selanjutnya, Kementerian Perdagangan Tiongkok bersedia bekerja sama dengan otoritas ekonomi dan perdagangan di Maladewa untuk mewujudkan pemahaman bersama yang penting yang dicapai oleh para pemimpin kami, mempromosikan kerja sama investasi di berbagai bidang seperti pembangunan hijau, ekonomi digital, dan ekonomi biru, meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan, serta membantu meningkatkan kemitraan kerja sama strategis komprehensif antara kedua negara," ujar Shu.