Tiongkok, Bharata Online - Tiongkok meluncurkan tahap pertama obligasi negara khusus untuk tahun 2026 pada hari Kamis (8/10) guna memperkuat modal inti dan ketahanan risiko delapan perusahaan keuangan utama milik negara.

Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas operasional, ketahanan terhadap risiko, dan kemampuan lembaga-lembaga tersebut dalam melayani sektor riil, sehingga memberikan dukungan lebih kuat bagi pertumbuhan ekonomi negara yang stabil dan sehat, menurut surat edaran yang diterbitkan oleh kementerian terkait.

Kedelapan lembaga tersebut meliputi Industrial and Commercial Bank of China, Agricultural Bank of China, dua lembaga keuangan kebijakan, dan empat perusahaan asuransi komersial milik negara.

Tahap pertama ini, yang bernilai 150 miliar yuan (sekitar 400 triliun rupiah), merupakan obligasi dengan suku bunga tetap dan tenor lima tahun. Tingkat kuponnya akan ditentukan melalui mekanisme penawaran kompetitif. Perhitungan bunga dimulai pada hari Jumat (9/10), dengan pembayaran dilakukan setiap tahun.

Pada tanggal 7 September 2026, Kementerian Keuangan Tiongkok mengumumkan rencana penerbitan obligasi negara khusus senilai 300 miliar yuan (sekitar 800 triliun rupiah) tahun ini untuk mendukung delapan perusahaan keuangan pusat dalam menambah modal inti Tier 1 mereka.

Tranche senilai 150 miliar yuan (sekitar 400 triliun rupiah) itu merupakan bagian pertama dari rencana penerbitan total 300 miliar yuan (sekitar 800 triliun rupiah) tersebut. Penawaran untuk tranche dengan tenor tujuh tahun dijadwalkan pada tanggal 18 November 2026, dengan rincian yang akan diumumkan sebelum penerbitan dilakukan.

Langkah ini menandai putaran kedua suntikan modal semacam itu, menyusul penerbitan obligasi senilai 500 miliar yuan (sekitar 1.335 triliun rupiah) pada tahun 2025 yang mendukung empat bank besar milik negara.