BEIJING, Bharata Online - Di sebuah gedung perkantoran di distrik Shijingshan, Beijing, sebuah kelas khusus sedang berjalan penuh, dengan hampir 200 guru manusia, dan 100 siswa robot humanoid.

Para instruktur mengenakan headset, memegang tuas kontrol, dan bergerak perlahan, sementara robot humanoid setinggi 1,6 meter di dekatnya, meniru gerakan mereka. 

Kurikulumnya sangat membosankan. Para siswa mengulangi tugas sehari-hari seperti mengambil botol obat dari lemari, membawa barang di pabrik, memilah paket di ban berjalan, dan menelusuri berkas kantor.

Kampus ini adalah pusat pelatihan data robot humanoid terbesar di Tiongkok, yang dibangun bersama oleh pemerintah distrik Shijingshan, dan Lejoin Intelligence (Shenzhen) Co, atau Leju Robotics. 

Area pelatihan mereproduksi adegan pabrik dan rumah tangga dalam skala penuh, dengan setiap detailnya secara akurat meniru kondisi kerja nyata.

Wang Qiang, direktur teknis pusat pelatihan robot Leju Robotics, mengatakan, fasilitas pelatihan ini telah membangun 16 skenario dunia nyata, yang detail, yang mencakup manufaktur industri, rumah pintar, layanan perawatan lansia, dan integrasi 5G.

Terkadang instruktur menyesuaikan pencahayaan, menempatkan rintangan di depan cangkir, atau menukar isinya, sehingga robot belajar menangani berbagai situasi.   Tergantung pada kesulitan tugas, satu catatan data dapat memakan waktu dari beberapa detik hingga beberapa menit.

Terkadang, tangan robot tergelincir dan cangkir jatuh. Wang mengatakan data kegagalan seperti itu sangat penting, karena robot harus belajar tidak hanya apa yang benar, tetapi juga apa yang salah.

Zhang Yusong, salah satu pelatih, mengatakan, pekerjaan ini tidak membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi. Latar belakang di bidang mekanik atau komputer sangat membantu, begitu pula stamina fisik, karena pekerjaan ini melibatkan pengulangan gerakan yang sama secara berkali-kali. (Sumber: China Daily)