Dalian, Bharata Online - Semakin banyak pengusaha manufaktur di seluruh dunia memilih Tiongkok sebagai basis operasi mereka, dengan alasan rantai pasok yang mapan dan laju pembangunan yang pesat sebagai faktor pendorong utama keputusan mereka untuk memulai bisnis dan meningkatkan investasi di sana.
Pengusaha asal Swedia, John Loewbaeck, adalah salah satunya. Perusahaan lift miliknya di Taicang, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur, beroperasi secara penuh untuk memenuhi pesanan dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Malaysia dan Arab Saudi.
Perusahaan tersebut mencatat lonjakan penjualan dari hanya enam unit pada tahun pertama produksi di tahun 2021 menjadi hampir 900 unit pada tahun 2025, Ssebuah pencapaian yang ia kaitkan dengan rantai pasok yang fleksibel dan logistik yang efisien di Tiongkok.
"Jika kami menerima pesanan, katakanlah hari ini, kami mungkin sudah bisa memproduksi dan mengirimkannya pada minggu depan," ujarnya.
Sebaliknya, kata dia, para pesaing dari Eropa sering kali membutuhkan waktu empat hingga lima bulan untuk proses tersebut.
Sekitar 70 persen komponen perusahaan berasal dari pemasok lokal, termasuk kaca, logam, dan aluminium—yang memberikan keuntungan berupa harga lebih baik dan waktu penyelesaian yang lebih cepat.
Taicang, tempat keluarga John bermukim, merupakan rumah bagi 12.000 perusahaan industri dan lebih dari 1.800 perusahaan dengan modal asing. Didukung oleh rantai industri yang komprehensif di kawasan Delta Sungai Yangtze, sistem logistik multimoda, lokasi yang dekat dengan pelabuhan, serta jaringan transportasi yang padat, kota ini memberikan keyakinan besar bagi John akan pengembangan usahanya di masa depan.
"Kami memiliki banyak pemasok penting di Tiongkok. Jadi, meskipun kami sudah berada di sini selama lima atau enam tahun, kami terus meningkatkan investasi kami di Tiongkok," katanya.
Kisah serupa terjadi di Dalian, Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut, tempat pengusaha asal Amerika, Ladon Ghalili, dan suaminya menjalankan perusahaan desain dan manufaktur elektronik sejak tahun 1993, sembari terus berkembang seiring dengan peningkatan kualitas industri Tiongkok. Saat ini, perusahaan tersebut memproduksi peralatan yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.
"Melakukan berbagai hal di Tiongkok kini menjadi semakin mudah. Kami memanfaatkan pengalaman kami di Tiongkok untuk melatih (pabrik-pabrik di) negara lain," ujar Ghalili.
Dia sering berbagi pengalamannya dengan rekan-rekan sejawat di luar negeri.
"Faktanya, ini adalah salah satu pasar terbesar di dunia. Dan pasarnya sangat maju. Jadi, jika mereka ingin berinvestasi, mereka jelas harus mempertimbangkan Tiongkok," ujarnya.