Beijing, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Selasa (3/11) menyatakan bahwa Tiongkok bersedia bekerja sama dengan semua pihak untuk menyukseskan tahap akhir dari "Tahun APEC Tiongkok" 2026 serta berkontribusi dalam mencapai hasil yang bermanfaat pada Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) mendatang.

Wang menyampaikan bahwa pertemuan para pemimpin mendatang merupakan peristiwa penting yang akan menentukan arah pembangunan kawasan Asia-Pasifik di masa depan. Pernyataan ini ia sampaikan saat memimpin bersama Pertemuan Tingkat Menteri APEC ke-37 melalui konferensi video, didampingi oleh Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao.

Tiongkok akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 di Shenzhen, Tiongkok Selatan, pada bulan November 2026. Ini merupakan kali ketiga Tiongkok menjadi tuan rumah acara tersebut, setelah sebelumnya diselenggarakan di Shanghai pada tahun 2001 dan Beijing pada tahun 2014. Tema KTT tahun ini adalah "Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama," dengan Tiongkok menetapkan keterbukaan, inovasi, dan kerja sama sebagai tiga bidang prioritas dalam kerja sama APEC tahun ini.

Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, mengungkapkan bahwa lebih dari 300 pertemuan dan kegiatan telah berhasil diselenggarakan selama "Tahun APEC Tiongkok", yang menghasilkan berbagai capaian kerja sama.

Seraya menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan seluruh anggota guna mencapai kemajuan yang nyata dan substantif dalam membangun komunitas Asia-Pasifik, ia mengajak para anggota untuk menjunjung tinggi rasa saling menghormati, mempererat solidaritas, menciptakan lingkungan yang terbuka, serta menjaga momentum integrasi.

Ia menambahkan bahwa seluruh anggota harus bersama-sama membangun ekosistem inovasi guna menumbuhkan penggerak pertumbuhan baru, memperluas jalur kerja sama, dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Menteri Perdagangan Wang Wentao menyatakan bahwa pihak-pihak dalam APEC harus terus berkontribusi dengan menghadirkan "solusi Asia-Pasifik" yang praktis dan efektif bagi pembangunan kawasan Asia-Pasifik maupun dunia secara luas.

Ia mencatat bahwa situasi internasional saat ini penuh dengan perubahan dan gejolak, risiko fragmentasi dalam rantai industri dan rantai pasok terus meningkat, sementara pertumbuhan ekonomi dunia cenderung melambat. Ia menyerukan kepada seluruh pihak di APEC untuk menjunjung tinggi perdagangan bebas dan pembangunan yang didorong oleh inovasi, menumbuhkan penggerak pertumbuhan yang dinamis, memajukan diskusi serta koordinasi kebijakan mengenai aturan ekonomi dan perdagangan berbasis digital dan kecerdasan, serta membangun tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang adil dan setara.

Menteri Perdagangan tersebut menyatakan bahwa Tiongkok akan senantiasa berkomitmen untuk mendorong keterbukaan tingkat tinggi, menerapkan perlakuan nasional secara penuh bagi perusahaan bermodal asing, serta mendukung pengembangan dan kerja sama sumber terbuka (open-source) untuk teknologi-teknologi baru, seperti kecerdasan buatan.

Para perwakilan dari ekonomi APEC dan peserta lainnya mengapresiasi kemajuan kerja sama di berbagai bidang serta konsensus luas yang dicapai oleh semua pihak selama "Tahun Tiongkok" di APEC, seraya menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja sama dengan Tiongkok demi menyukseskan pertemuan para pemimpin APEC.