Tiongkok, Bharata Online - Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Keuangan Tiongkok pada hari Jumat (18/9), pendapatan anggaran umum pemerintah Tiongkok mencapai 15,66 triliun yuan (sekitar 42 ribu triliun rupiah) dalam delapan bulan pertama tahun 2026, naik 5,7 persen secara tahunan.

Pendapatan anggaran umum pemerintah pusat meningkat 9,1 persen secara tahunan menjadi 7,0118 triliun yuan (sekitar 19 ribu triliun rupiah), sementara pendapatan anggaran umum pemerintah daerah meningkat 3,1 persen secara tahunan menjadi 8,6515 triliun yuan (lebih dari 23 ribu triliun rupiah).

Pendapatan pajak naik 6,6 persen secara tahunan menjadi 12,91 triliun yuan (sekitar 34 ribu triliun rupiah) pada periode tersebut.

Pajak pertambahan nilai (PPN) domestik naik 5,9 persen, didorong oleh pertumbuhan berkelanjutan di sektor industri dan jasa serta tren kenaikan harga di tingkat pabrik (factory-gate prices), sementara pajak penghasilan badan tumbuh 7,3 persen berkat pertumbuhan laba yang pesat.

Sementara itu, PPN dan pajak konsumsi atas barang impor meningkat 12,6 persen, didorong oleh pesatnya pertumbuhan impor.

Sebesar 1,65 triliun yuan (sekitar 4.388 triliun rupiah) telah dikembalikan (refund) untuk PPN dan pajak konsumsi atas barang ekspor, meningkat 70,7 miliar yuan (sekitar 188 triliun rupiah) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan wilayah, pendapatan di wilayah timur, tengah, barat, dan timur laut masing-masing meningkat sebesar 3,2 persen, 1,4 persen, 4,6 persen, dan 2,1 persen.

Dari bulan Januari hingga Agustus tahun ini, belanja anggaran umum pemerintah nasional Tiongkok mencapai 18,15 triliun yuan (sekitar 48 ribu triliun rupiah), naik 1,2 persen secara tahunan.

Belanja untuk kesejahteraan masyarakat tumbuh pesat selama periode delapan bulan tersebut, dengan belanja jaminan sosial dan ketenagakerjaan naik 6,5 persen serta belanja layanan kesehatan meningkat 9,2 persen.