Beijing, Radio Bharata Online - Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Gaston Browne, mendarat di Beijing pada hari Senin (22/1) untuk memulai kunjungan resmi selama seminggu di Tiongkok atas undangan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang.
Ini merupakan kunjungan kedua Browne ke Tiongkok sebagai perdana menteri setelah kunjungan sebelumnya pada tahun 2014, yang mencakup pertemuan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Tahun lalu menandai ulang tahun ke-40 pembentukan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan negara Karibia, dan Browne mengatakan dia berharap untuk lebih memperkuat hubungan melalui kunjungannya saat ini.
"Kami akan menandatangani perjanjian kerja sama yang akan membawa hubungan ini ke tingkat berikutnya. Faktanya, Antigua dan Barbuda dan Republik Rakyat Tiongkok, kami mungkin menikmati salah satu hubungan yang paling dekat di antara negara besar dan kecil," katanya dalam sebuah wawancara dengan China Global Television (CGTN) setelah mendarat.
"Tiongkok sangat menghormati semua negara tanpa memandang ukurannya. Dan Tiongkok telah menjadi contoh yang baik bagi semua negara di dunia dalam hal kebajikannya dan peran yang telah dimainkannya untuk memastikan hidup berdampingan secara damai dan, pada saat yang sama, memastikan kemakmuran global bagi semua," ujar Browne.
Browne telah menjadi anggota parlemen sejak tahun 1999 dan terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada bulan November 2012. Ia menjadi perdana menteri pada bulan Juni 2014 dan terpilih kembali pada bulan Maret 2018 dan sekali lagi pada bulan Januari tahun lalu.