Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yadong, pada hari Kamis (28/12) mengatakan investigasi AS terhadap industri semikonduktor Tiongkok untuk mengatasi apa yang disebut sebagai 'ancaman Tiongkok' akan mengganggu hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dan mengancam akan mengganggu rantai pasokan industri global.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada hari Kamis (21/12) lalu bahwa mereka akan meluncurkan sebuah survei terhadap rantai pasokan semikonduktor AS dan industri pertahanan nasional untuk menilai ketergantungan negara tersebut terhadap chip lawas buatan Tiongkok.

Departemen tersebut mengatakan bahwa survei yang akan dimulai pada bulan Januari ini bertujuan untuk mengurangi dugaan "risiko keamanan yang ditimbulkan oleh Tiongkok", dan akan fokus pada penggunaan dan sumber chip Tiongkok dalam rantai pasokan industri penting AS.

Berbicara pada konferensi pers di Beijing, He Yadong mengatakan bahwa tindakan tersebut dapat memiliki konsekuensi global yang signifikan, mengganggu rantai pasokan dan bahkan terbukti berbahaya bagi perusahaan-perusahaan AS sendiri.

"Industri semikonduktor sangat mengglobal. Setiap perilaku yang melanggar aturan pasar dan memecah belah pasar semikonduktor global tidak hanya akan merugikan hak dan kepentingan sah perusahaan Tiongkok, tetapi juga akan mempengaruhi kepentingan perusahaan semikonduktor di berbagai negara, termasuk perusahaan AS, dan dengan demikian mengganggu stabilitas rantai pasokan industri global. Tiongkok akan memperhatikan dengan seksama tren dan dampak dari tindakan yang relevan yang dilakukan oleh AS dan akan dengan tegas menjaga kepentingannya sendiri," katanya.