Beijing, Bharata Online - Kanal utama pertama di Tiongkok yang menghubungkan sungai dengan laut secara resmi dibuka untuk pelayaran pada hari Rabu (16/9), sebuah perkembangan yang akan menurunkan biaya logistik bagi perusahaan-perusahaan yang didanai Taiwan serta menciptakan peluang baru bagi mereka untuk menjangkau pasar ASEAN, demikian disampaikan oleh seorang Juru Bicara Daratan Tiongkok dalam konferensi pers rutin di Beijing.

Kanal Pinglu sepanjang 134,2 km di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan, diperkirakan akan memangkas jarak pelayaran antara wilayah pedalaman barat daya Tiongkok dan negara-negara ASEAN sebesar 560 km, sehingga mengurangi biaya logistik sebesar 18 hingga 30 persen.

Kanal ini merupakan bagian dari Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru (New International Land-Sea Trade Corridor), sebuah jaringan logistik yang menghubungkan wilayah barat Tiongkok dengan Asia Tenggara melalui jalur kereta api, jalan raya, jalur air, dan pelabuhan. Kanal ini menambah koneksi jalur air pada koridor tersebut, yang menghubungkan sistem sungai pedalaman Tiongkok dengan pelabuhan serta rute pelayaran di Teluk Beibu.

"Terdapat kesepakatan luas di kalangan pelaku bisnis asal Taiwan bahwa Kanal Pinglu akan memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang didanai Taiwan untuk terhubung dengan sumber daya di kota-kota wilayah barat daratan Tiongkok, secara efektif mengurangi biaya logistik impor dan ekspor melalui transportasi multimoda kereta api-sungai-laut, serta menciptakan peluang baru bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjajaki pasar ASEAN setelah terbentuknya rantai industri yang mencakup pengolahan bahan baku di wilayah barat, pemindahan muatan (transshipment) dari sungai ke laut di Guangxi, hingga penjualan di pasar ASEAN. Kami menyambut baik banyaknya pelaku bisnis dan perusahaan dari Taiwan untuk turut memanfaatkan peluang dalam Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru di wilayah barat, menanamkan akar bisnis di daratan Tiongkok, dan mencapai kemajuan yang lebih besar," jelas Zhu Fenglian, Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan di bawah Dewan Negara Tiongkok, pada hari Rabu (16/9).