New York, Radio Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok pada hari Rabu (19/7) menyambut baik keputusan pemerintah Suriah untuk mengizinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaganya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke barat laut Suriah melalui penyeberangan perbatasan Bab al-Hawa.

Tiongkok menyambut baik keputusan berdaulat Suriah yang bertanggung jawab dan konstruktif, kata Geng Shuang, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB pada debat Majelis Umum PBB tentang penggunaan hak veto dalam masalah kemanusiaan Suriah.

Damaskus mengumumkan keputusan tersebut setelah Dewan Keamanan PBB pekan lalu gagal mengesahkan kembali mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan lintas batas Suriah melalui Bab al-Hawa.

Mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan lintas batas ini dibentuk oleh Dewan Keamanan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan masyarakat di barat laut Suriah. Pemerintah Suriah baru-baru ini mengambil inisiatif untuk mengizinkan PBB dan badan-badan khusus untuk memberikan bantuan kemanusiaan melalui Bab al-Hawa dalam enam bulan ke depan.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB telah mengkonfirmasi bahwa izin dari pemerintah Suriah dapat menjadi dasar bagi PBB untuk melakukan operasi kemanusiaan secara sah melalui Bab al-Hawa.

Geng mengatakan Tiongkok mendorong PBB dan pemerintah Suriah untuk menyelesaikan masalah operasional dengan baik melalui dialog dan konsultasi dengan cara yang sepenuhnya menghormati kedaulatan dan kepemilikan Suriah.

Geng juga mengatakan masyarakat internasional harus menciptakan suasana yang baik bagi PBB dan Suriah untuk memperkuat dialog dan memperdalam kerja sama. Pada saat yang sama, China menegaskan bahwa mekanisme lintas batas adalah pengaturan sementara yang dibuat dalam keadaan tertentu dan perlu untuk mempercepat transisi ke bantuan lintas batas.

Geng pun mencatat bahwa memberikan bantuan ke barat laut Suriah bukanlah segalanya terkait situasi kemanusiaan Suriah. Penting untuk meningkatkan upaya agar Suriah memiliki pendanaan kemanusiaan yang memadai, seimbang, dan berkelanjutan untuk seluruh negeri. Dukungan yang lebih besar diperlukan untuk upaya pemulihan awal.

"Sanksi-sanksi sepihak terhadap Suriah harus segera dicabut dan tanpa syarat, untuk meminimalisir gangguan terhadap bantuan kemanusiaan di Suriah dan kerusakan pada fondasi pembangunan ekonomi dan sosial Suriah," ujar Geng.

Solusi akhir untuk masalah kemanusiaan Suriah terletak pada penyelesaian politik krisis Suriah dalam proses yang dipimpin oleh Suriah dan milik Suriah. Dengan kembalinya Suriah ke dalam keluarga Arab, Tiongkok percaya bahwa persatuan dan kerjasama negara-negara regional akan memberikan dorongan baru bagi penyelesaian politik masalah Suriah.

Menurut Geng, komunitas internasional juga harus memainkan peran konstruktif dalam menciptakan lingkungan eksternal yang menguntungkan untuk dialog dan rekonsiliasi di antara pihak-pihak Suriah.

Geng meminta pasukan asing untuk mengakhiri kehadiran militer ilegal mereka di Suriah dan menghentikan semua tindakan yang merusak kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.