Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Kamis (20/7) mengatakan Tiongkok berkomitmen untuk memimpin dalam konservasi ekologi dan tata kelola iklim serta bekerja sama dengan negara-negara lain guna mengatasi masalah iklim.

Mao membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai pernyataan utusan iklim Amerika Serikat, John Kerry pada hari Rabu (19/7).

Kerry mengatakan bahwa ia dan timnya mengadakan "pertemuan yang sangat hangat dan produktif" dengan para pejabat senior Tiongkok selama kunjungan tiga harinya di Tiongkok. Kedua belah pihak berusaha untuk mempersiapkan konferensi iklim COP 28 PBB pada bulan Desember 2023 mendatang.

"Perubahan iklim adalah tantangan global yang membutuhkan tanggapan global. Tiongkok adalah pelaku dalam konservasi ekologi dan tata kelola iklim. Tiongkok menyumbang seperempat dari area hijau yang baru ditambahkan di dunia sejak tahun 2000. Kami adalah negara pertama yang telah mencapai nol degradasi lahan bersih, mengurangi area lahan gersang dan lahan berpasir, serta memperluas rasio cakupan hutan dan volume stok hutan. Tiongkok memiliki sistem pembangkit listrik bersih terbesar di dunia. Kapasitas pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya yang terpasang semuanya berada di urutan teratas di dunia. Dengan pertumbuhan konsumsi energi rata-rata tiga persen dari tahun ke tahun, Tiongkok telah mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tingkat rata-rata tahunan sebesar 6,2 persen. Kami adalah salah satu negara tercepat dalam hal menurunkan intensitas energi," papar Mao.

"Tiongkok adalah pemimpin dalam tata kelola lingkungan global. Tiongkok telah secara aktif mempromosikan implementasi yang komprehensif, seimbang dan efektif dari Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dan Perjanjian Paris. Selain itu, Tiongkok juga telah melakukan yang terbaik untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada negara-negara berkembang lainnya, memberikan kontribusi positif dalam membangun sistem tata kelola iklim global yang adil, rasional, dan saling menguntungkan," imbuhnya.

Juru Bicara tersebut juga menegaskan kembali komitmen Tiongkok dalam isu iklim.

"Pada konferensi nasional baru-baru ini tentang perlindungan ekologi dan lingkungan, Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato penting, memberikan arahan dan pedoman mendasar untuk meningkatkan konservasi ekologi dan mempromosikan kemajuan ekologi. Tiongkok akan terus memperkuat konservasi ekologi dan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk menciptakan dunia yang bersih dan indah," ujar Mao.