Davos, Radio Bharata Online - Martin Nydegger, Kepala Biro Pariwisata Swiss, mengatakan bahwa Swiss, sebagai destinasi olahraga musim dingin terbaik, siap menyambut lebih banyak turis Tiongkok di tengah meningkatnya minat terhadap aktivitas salju dan es serta sistem pemrosesan visa yang lebih efisien.
Dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG), Nydegger, CEO Swiss Tourism, mencatat bahwa beberapa resor ski di Swiss sedang berjuang karena mereka menghadapi masalah keuangan yang disebabkan oleh inflasi dan ancaman yang ditimbulkan oleh pemanasan global. Tapi, seiring dengan upaya Swiss untuk menarik lebih banyak pengunjung dari luar negeri, Nydegger berharap dari popularitas pariwisata musim dingin di Tiongkok.
Dia mengatakan bahwa dia sangat terkesan dengan "kota es" Harbin di Provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok, yang telah menarik banyak pengunjung dari seluruh Tiongkok dengan berbagai kegiatan penuh warna di negeri ajaib musim dingin yang mempesona.
Selama liburan Tahun Baru selama tiga hari saja, Harbin menerima lebih dari 3 juta pengunjung, meraup 5,91 miliar yuan (sekitar 13 triliun rupiah) dalam pendapatan pariwisata.
"Harbin sangat terkenal. Saya pikir ada banyak foto dan film, dan media sosial penuh dengan Harbin. Saya belum pernah ke sana, jadi saya tidak tahu banyak tentangnya. Tapi saya pikir nama Harbin, merek Harbin, dan apa yang disandangnya - patung es - cukup terkenal. Saya sangat terkesan, saya seorang profesional di bidang pariwisata dan saya terkesan. Kita bisa belajar dari Harbin bagaimana mereka melakukan festival patung spektakuler yang fenomenal. Saya pikir ini adalah dua negara yang memiliki simpati satu sama lain," ungkap Nydegger.
Kepala pariwisata Swiss itu juga memberikan sambutan hangat kepada wisatawan Tiongkok, dengan menyederhanakan prosedur visa untuk warga negara dan bisnis Tiongkok, dan sekarang telah sepenuhnya memulihkan tingkat pemrosesan visanya setelah pandemi Covid-19 berakhir secara global.
"Lebih dari 150 tahun yang lalu, kami memiliki turis musim dingin pertama, jadi wisata musim dingin salju adalah sesuatu yang sangat, sangat berpengalaman. Jadi saya rasa kedua negara memiliki aset yang sangat menarik untuk dibagikan. Tingkat infrastruktur Swiss untuk (memproses) visa sudah berada pada tingkat sebelum pandemi, jadi kami dapat mengeluarkan visa sebanyak yang kami miliki sebelumnya. Karena Swiss ingin menyambut para pengunjung Tiongkok dengan sangat cepat. Pengurusan visa akan dilakukan dengan sangat mudah dan cepat. Jadi kami benar-benar ingin menarik lebih banyak orang Tiongkok di musim gugur dan tentu saja di musim dingin. Saya pikir musim dingin adalah sesuatu yang sangat ajaib," ujar Nydegger.
Hubungan antara Tiongkok dan Swiss mendapat dorongan minggu ini setelah Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, tiba di Swiss untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (Wordl Economic Forum/WEF) dan melakukan kunjungan resmi ke negara tersebut, termasuk pertemuan dengan Presiden Konfederasi Swiss, Viola Amherd.
Dalam pembicaraan mereka, kedua belah pihak mengumumkan bahwa Tiongkok dan Swiss telah menyelesaikan studi kelayakan bersama untuk meningkatkan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) Tiongkok-Swiss dan setuju untuk mendukung peluncuran awal negosiasi peningkatan FTA secara formal.